Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Istana Garuda di IKN Dikritik Bernuansa Gelap dan Mistis, Begini Tanggapan Sang Desainer Nyoman Nuarta

Jay Wijayanto • Selasa, 13 Agustus 2024 | 06:57 WIB

 

Istana Garuda di IKN.
Istana Garuda di IKN.

RADAR SURABAYA-Desainer Istana Garuda di Ibu Kota Nusantara (IKN), Nyoman Nuarta, mengaku tidak mempermasalahkan kritikan yang mengatakan Istana Garuda bernuansa gelap dan mistis.

Nyoman mengaku bahwa ini bukan kali pertama dia dikritik saat membuat sebuah karya. Kritikan sudah banyak dia dapat bahkan ketika Nyoman masih menjadi mahasiswa. Dia juga dikritik habis-habisan saat membangun patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali.

“Dulu yang di GWK itu, 28 tahun saya dikritik habis oleh orang Bali sendiri, dituduh macam-macam, saya sampai didemo, diancam segala macam, dianggap saya perusak budaya Bali,” ujar Nyoman. 

Ia juga mengatakan bahwa sama sekali tidak mempermasalahkan kritikan yang diperoleh saat membangun Istana Garuda.

Tapi, Nyoman menegaskan bahwa hasil desain Istana Garuda di IKN tidak memiliki kesamaan dengan gedung lainnya.

“Saya bilang ke Pak Jokowi, kalau model kayak gitu (sama dengan desain gedung lain), saya nggak mau deh, Istana kita harus beda dengan yang lainnya, tanpa mengabaikan fungsinya,” ujarnya.

Jika warnanya yang membuat gedung tersebut bernuansa gelap, Nyoman mengungkapkan bahwa warna kekuningan di bagian muka Istana Garuda akan mengalami perubahan warna seiring waktu.

Warna tersebut akan secara perlahan berubah menjadi kebiruan karena proses alami yang disebut Patina.

“Warna kuningan di bagian depan akan berubah menjadi hijau, tergantung kondisi alam. Proses oksidasi secara perlahan akan mengubahnya menjadi biru toska,” ujar Nyoman. 

Selain itu, struktur bilah pada Istana Garuda terbuat dari baja tahan cuaca yang awalnya berwarna kemerahan. Namun seiring berjalannya waktu, warnanya akan menjadi semakin gelap dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.

“Struktur bilahnya pertama berwarna kemerahan, tapi setelah terkena hujan dan cuaca, warnanya akan semakin gelap,” ujarnya.

Nyoman mencontohkan jembatan-jembatan di Amerika Serikat terutama di New York. Rangka di belakang bilah tersebut dibuat dari material perforated, yaitu pelat baja berlubang yang juga tahan terhadap cuaca. Nyoman menegaskan bahwa material tersebut memiliki daya tahan hingga ratusan tahun.

Nyoman juga menjelaskan mengapa ia lebih memilih warna gelap, ketimbang warna mencolok seperti emas yang biasa digunakan pada bangunan mewah.

“Banyak orang terbiasa melihat warna-warna menyala seperti emas, tapi saya tidak ingin menggunakan warna seperti itu untuk Istana Garuda,” tegasnya.

Selain dikritik memiliki warna gelap, Istana Garuda juga di kritik bernuansa mistis. Nyoman Nuarta tidak mengambil pusing hal tersebut. Menurutnya, Istana Garuda di IKN dirancang untuk menunjukkan kewibawaan.

“Jadi kalau itu menjadi aura mistis dan segala macam, ya itu terserah masing-masing lah, tapi kita membuat itu tentu Istana itu agar berwibawa, kita butuh, butuh wibawa itu,” lanjutnya. (bel/mag/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#nyoman nuarta #Istana Garuda IKN