RADAR SURABAYA - Pelajar di Jawa Timur (Jatim) harus dipersiapkan dengan kompetensi digital mutakhir, termasuk pemahaman AI, literasi data, dan kemampuan menggunakan teknologi untuk menghasilkan karya dan solusi, Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, Aries Agung Paewai, Rabu (10/12).
"Kolaborasi dengan ITS dan dukungan Komdigi RI menunjukkan bahwa pendidikan kita tidak boleh lagi berjalan secara konvensional," ujar Aries.
Aries juga menegaskan bahwa inovasi teknologi dalam layanan pendidikan akan terus diperkuat, mulai dari seleksi masuk satuan pendidikan, pengembangan kurikulum digital, pelatihan guru berbasis teknologi, hingga pembentukan komunitas pelajar inovatif.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pemerintah pusat dapat menjadi fondasi kuat dalam membangun sumber daya manusia unggul di Jawa Timur. menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk terus memperluas kolaborasi strategis ini.
Diketahui beberapa waktu lalu Dindik Jatim menerima dua penghargaan prestisius dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Penghargaan ini diberikan ITS atas bentuk apresiasi Dindik Jatim dalam mendorong transformasi digital pendidikan di Jawa Timur.
Penghargaan pertama diberikan atas dukungan dan kontribusi Dindik Jatim dalam menyukseskan Program 1000 Duta AI, sebuah program strategis ITS untuk menyiapkan generasi pelajar yang melek kecerdasan artifisial.
Penghargaan kedua diberikan atas kerja sama implementasi platform Senopati dalam pelaksanaan SPMB Jawa Timur Tahun 2025, yang memastikan seleksi masuk pendidikan berjalan transparan, akurat, dan berbasis teknologi. (mus/gun)
Editor : Guntur Irianto