Pamekasan - Program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan kembali menjadi sorotan setelah dugaan keracunan massal menimpa puluhan siswa di Kecamatan Tlanakan, Selasa (9/9).
Ketua DPRD Pamekasan, Ali Masykur, menegaskan pihaknya akan memanggil pemilik dapur MBG untuk dimintai pertanggungjawaban. Ia menilai kasus ini sebagai peringatan keras yang tidak boleh dianggap sepele.
"Tentu hal ini menjadi alarm serius bagi pengelola dapur MBG, dan kami meminta pihak dapur agar lebih berhati-hati, serta melibatkan ahli gizi secara intensif dalam proses pengolahan hingga distribusi makanan," tegasnya, Rabu (10/9).
Berdasarkan informasi, pemilik dapur mengaku sempat mengolah nasi panas yang baru diangkat lalu langsung dimasak kembali menjadi nasi goreng. Praktik tersebut dinilai lalai dan berpotensi menimbulkan racun.
"Kalau nasi baru saja diangkat, lalu langsung dimasak lagi untuk dijadikan nasi goreng, itu berbahaya, dan jelas kelalaian dapur," ujarnya.
Ali menambahkan, dalam waktu dekat Komisi IV DPRD Pamekasan akan memanggil pemilik dapur MBG Tlanakan beserta ahli gizi untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
"Kami ingin evaluasi ini tuntas, supaya kasus serupa tidak terulang lagi," katanya.
Selain meminta pertanggungjawaban, DPRD juga mendorong langkah pencegahan lebih ketat. Menurut Ali, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program MBG.
"Karena bagaimanapun hal ini menyangkut nyawa anak bangsa yang mengandalkan program gizi gratis," pungkasnya. (ali/ris/fir)
Editor : M Firman Syah