Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kekerasan Digital di Kampus Meningkat, Unesa Perkuat Satgas PPK

R
Penulis: Rahmat Sudrajat❯
Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Pelatihan Nasional Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Surabaya, Rabu (28/10). (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya) .
Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Pelatihan Nasional Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Surabaya, Rabu (28/10). (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya) .

Advertisement

RADAR SURABAYA– Kekerasan berbasis digital, seperti pemerasan seksual (sextortion) dan hubungan tidak sehat (toxic relationship), menjadi persoalan yang banyak dihadapi mahasiswa.

 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memperkuat kapasitas Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) untuk meningkatkan kemampuan investigasi, pemulihan psikologis korban, dan rehabilitasi terlapor.

Upaya tersebut dilakukan melalui Pelatihan Nasional Satgas PPK yang diselenggarakan Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Unesa di Surabaya, Rabu (28/10).

Advertisement

Kegiatan ini diikuti 115 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, mulai Aceh hingga wilayah timur Indonesia.

Pelatihan mengusung tema Pendekatan Psikologi dalam Penanganan Kekerasan: Investigasi, Pemulihan Korban, dan Rehabilitasi Terlapor.

Fokus kegiatan diarahkan pada penguatan kompetensi psikologis anggota Satgas PPK dalam menangani kasus kekerasan secara tepat sekaligus mencegah pengulangan kasus.

Direktur PPIS Unesa Prof. Dr. Mutimmatul Faidah mengatakan, pendekatan psikologi menjadi aspek penting dalam proses investigasi, pendampingan korban, hingga rehabilitasi terlapor.

Menurut dia, setiap perguruan tinggi memiliki dinamika dan karakteristik kasus yang berbeda.

 Karena itu, anggota Satgas PPK perlu meningkatkan kapasitas melalui pelatihan dan pertukaran pengalaman agar mampu menangani kasus berdasarkan pendekatan ilmiah.

“Untuk tahun ini, kami mengangkat tema yang lebih spesifik terkait pendekatan psikologis dalam investigasi, pendampingan korban, dan pemulihan terlapor.

Advertisement

Artikel Terkait

Wisuda ke-123 Unesa Diikuti 9 Mahasiswa dari Thailand, Sudan, dan China

Wisuda ke-123 Unesa Diikuti 9 Mahasiswa dari Thailand, Sudan, dan China

Unesa mewisuda sembilan mahasiswa asing dari Thailand, Sudan, dan China dalam Wisuda ke-123. Simak kisah Fameela Lateh dan Yusra Ali Idris.

Ketahuan Chat Tidak Etis di WA Group, Enam Mahasiswa Unesa Surabaya Dinonaktifkan

Ketahuan Chat Tidak Etis di WA Group, Enam Mahasiswa Unesa Surabaya Dinonaktifkan

niversitas Negeri Surabaya (Unesa) melakukan pendalaman terhadap dugaan tindakan kekerasan verbal yang dilakukan sejumlah oknum mahasiswa melalui WhatsApp Group (WAG). Isi obrolan tersebut diduga berisi ucapan tidak etis

Unesa Raih Penghargaan WATIKA Malaysia Berkat Pendidikan Inklusif

Unesa Raih Penghargaan WATIKA Malaysia Berkat Pendidikan Inklusif

Unesa meraih penghargaan WATIKA dari Pemerintah Malaysia atas kontribusi puluhan tahun dalam mengembangkan pendidikan khusus dan inklusif.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer