RADAR SURABAYA- Di tengah krisis penyerang tengah di klub-klub besar Eropa, dua nama seperti Victor Osimhen dan Dusan Vlahovic justru terjebak dalam kontrak rumit yang menyulitkan kepindahan mereka, meski performa dan usia keduanya masih sangat menjanjikan.
Real Madrid terpaksa memainkan Kylian Mbappe sebagai penyerang tengah musim lalu. Arsenal sempat memakai Kai Havertz hingga cedera, lalu mencoba Mikel Merino di posisi yang sama.
Paris Saint-Germain berhasil menjuarai Liga Champions dengan Ousmane Dembele sebagai striker dadakan.
Barcelona masih mengandalkan Robert Lewandowski yang sudah hampir 37 tahun. Liverpool sering memainkan Luis Díaz sebagai ujung tombak karena Darwin Nunez tak kunjung konsisten.
Sementara Bayern Munich (Harry Kane) dan Chelsea (Nicolas Jackson) punya striker utama, tapi tak punya pelapis sepadan.
Kondisi ini seharusnya menjadi peluang bagi para striker berkualitas. Namun kenyataannya, justru nama-nama seperti Benjamin Sesko dan Viktor Gyokeres yang terus muncul dalam rumor transfer.
Sementara Osimhen dan Vlahovic justru nyaris luput dari radar, padahal keduanya tersedia di pasar dan berusia emas—25 dan 26 tahun.
Kisah Osimhen: Bomber Tajam yang Dibuang Napoli
Victor Osimhen direkrut Napoli dari Lille pada Juli 2020 dengan nilai transfer €70 juta (sekitar Rp1,22 triliun) plus bonus €10 juta (Rp175 miliar).
Ia mencetak 46 gol dalam tiga musim pertamanya, lalu menambah 48 gol lagi di dua musim berikutnya (2022–2024).
Ia membantu Napoli meraih Scudetto pertama sejak era Maradona dan membawa Nigeria ke final Piala Afrika.
Namun musim lalu, Osimhen justru dipinjamkan ke Galatasaray. Napoli sebenarnya berniat menjualnya musim panas lalu karena kontraknya hanya tersisa dua tahun.
Mereka bahkan sudah mendatangkan Romelu Lukaku sebagai pengganti. Sayangnya, tidak ada klub yang bersedia memenuhi banderol tinggi dari Napoli.
Sebagai solusi, Napoli memperpanjang kontraknya setahun lagi hingga 2027 untuk menjaga nilai jual, lalu meminjamkannya ke Galatasaray.
Di Turki, ia tampil luar biasa: 37 gol dalam 41 pertandingan dan membawa Galatasaray meraih double winners domestik.
Osimhen kini bergaji $22 juta per tahun (sekitar Rp352 miliar) atau £300.000 per minggu (sekitar Rp6 miliar).
Gaji besar inilah yang menjadi penghalang utama kepindahan ke klub-klub besar. Meski begitu, ia diketahui sudah beberapa kali menolak tawaran dari klub Arab Saudi, termasuk yang terbaru dari Al-Hilal senilai €75 juta (Rp1,31 triliun).
Vlahovic: Gaji Selangit, Produksi Gol Menurun
Dusan Vlahovic bergabung dengan Juventus dari Fiorentina pada Januari 2022 dengan mahar €70 juta (Rp1,22 triliun) ditambah bonus €10 juta (Rp175 miliar). Ia diberi nomor punggung 7 milik Cristiano Ronaldo dan langsung dikontrak hingga 2026.
Gaji awalnya adalah €14 juta per musim (Rp245 miliar) secara bruto, dan meningkat jadi €24 juta (Rp420 miliar) di dua tahun terakhir.
Jika bermain di Liga Primer, Vlahovic akan menjadi pemain dengan bayaran tertinggi kedua setelah Erling Haaland.
Namun performanya tak memenuhi ekspektasi. Selama 143 pertandingan, ia hanya mencetak 56 gol—jauh dari catatan saat masih di Fiorentina (41 gol dalam 64 laga). Musim lalu, ia mencetak 15 gol di semua kompetisi, dengan rasio 0,50 gol per 90 menit.
Juventus mencoba menjualnya musim panas lalu, tapi tak ada klub yang tertarik membayar gaji sebesar itu.
Kini kontraknya hanya tersisa satu tahun, dan Juventus terjebak: memperpanjang dengan syarat pemotongan gaji besar, atau menjualnya sebelum kehilangan aset tanpa bayaran.
Vlahovic sebenarnya masih sangat potensial. Bertinggi 191 cm, kaki kiri tajam, stamina tinggi, dan pekerja keras. Ia hanya perlu pelatih yang tepat untuk membimbingnya.
Berapa Harga Osimhen dan Vlahovic Sekarang?
Menurut Transfermarkt, Osimhen kini dihargai €70 juta (Rp1,22 triliun) dan Vlahovic €45 juta (Rp787 miliar). Namun tentu harga bisa dinegosiasikan, terlebih dengan situasi kontrak yang tidak ideal dan gaji tinggi.
Keduanya mungkin menyadari bahwa mereka tak bisa terus mengandalkan gaji besar sebagai prioritas.
Vlahovic kemungkinan besar tidak akan mendapat gaji sebesar di Juventus di tempat lain. Osimhen pun tampaknya lebih tertarik pada proyek olahraga daripada uang, terbukti dari penolakannya terhadap tawaran Arab Saudi.
Nasib Dua Striker Elite Ditentukan Musim Panas Ini
Dengan Piala Dunia 2026 tinggal setahun lagi, waktu terus menekan Napoli dan Juventus. Osimhen kemungkinan tidak akan bertahan di
Napoli lebih lama, dan tak mungkin klub kembali memakai trik "pinjaman plus perpanjangan" seperti sebelumnya. Sementara Juventus akan kehilangan Vlahovic secara gratis jika tak segera melepasnya.
Kasus Osimhen dan Vlahovic menjadi pengingat penting bagi klub Eropa tentang bahaya merancang kontrak jangka panjang dengan nilai gaji tinggi tanpa memikirkan fleksibilitas jangka menengah.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan