Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sedekah di Bulan Ramadhan, Pahala Berlipat dan Jejak Kedermawanan Rasulullah

Muhammad Firman Syah • Senin, 23 Februari 2026 | 13:08 WIB

 Ilustrasi Berbagi : Umat Islam saling berbagi makanan dan sedekah kepada sesama saat bulan suci Ramadhan.
Ilustrasi Berbagi : Umat Islam saling berbagi makanan dan sedekah kepada sesama saat bulan suci Ramadhan.

RADAR SURABAYA - Ramadhan adalah bulan yang penuh kemuliaan. Di bulan inilah umat Islam berlomba-lomba meningkatkan ibadah, memperbanyak amal saleh, dan menebar kebaikan. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah bersedekah. Bahkan, keutamaan sedekah di bulan Ramadhan disebut memiliki nilai yang lebih agung dibandingkan bulan-bulan lainnya.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang sedekah yang paling utama. Beliau menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan.” (HR At-Tirmidzi). Hadits ini menjadi penegasan bahwa berbagi di bulan suci memiliki nilai istimewa di sisi Allah SWT.

Tak hanya menganjurkan, Rasulullah SAW juga memberikan teladan nyata. Dalam riwayat dari Ibnu Abbas disebutkan bahwa Rasulullah adalah manusia paling dermawan, dan kedermawanan beliau semakin bertambah ketika memasuki bulan Ramadhan. Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim. Gambaran tersebut menunjukkan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kepedulian sosial.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Al-Mawardi dalam kitab Al-Hawi. Ia menegaskan bahwa umat Islam dianjurkan memperbanyak kedermawanan di bulan Ramadhan sebagai bentuk meneladani Rasulullah dan para ulama salaf. Menurutnya, Ramadhan adalah bulan mulia di mana banyak orang disibukkan dengan ibadah puasa sehingga kesempatan mencari nafkah berkurang. Karena itu, semangat berbagi menjadi sangat relevan untuk saling membantu memenuhi kebutuhan sesama.

Keutamaan sedekah juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Dalam Surah Al-Qur'an, tepatnya QS Al-Hadid ayat 18, Allah SWT menjanjikan pahala berlipat ganda bagi laki-laki dan perempuan yang bersedekah serta “meminjamkan” kepada Allah dengan pinjaman yang baik. Balasan itu bukan hanya berlipat, tetapi juga disebut sebagai pahala yang mulia.

Lebih dari itu, sedekah memiliki kekuatan spiritual yang besar. Dalam hadits riwayat At-Tirmidzi disebutkan, “Sedekah itu memadamkan dosa sebagaimana air memadamkan api.” Pesan ini menegaskan bahwa sedekah bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga sarana pembersih diri dari kesalahan.

Amalan memberi makan orang yang berbuka puasa juga mendapat perhatian khusus. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa pun yang memberi makan kepada orang berpuasa untuk berbuka, maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun (HR At-Tirmidzi). Inilah salah satu bentuk sedekah yang paling mudah dilakukan, tetapi memiliki ganjaran luar biasa.

Ulama lain, seperti Ibrahim Al-Bajuri dalam Hasyiyah Al-Bajuri, juga menegaskan bahwa amal kebaikan di bulan Ramadhan dilipatgandakan dibandingkan bulan lainnya. Karena itu, Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk memperbanyak amal sosial dan memperkuat solidaritas umat.

Ramadhan pada akhirnya bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan empati, bulan kepedulian, dan bulan berbagi. Di tengah kesibukan ibadah, sedekah menjadi jembatan yang menghubungkan kesalehan pribadi dengan kepedulian sosial.

Maka, tak ada alasan untuk menunda kebaikan. Selagi Ramadhan masih menyapa, mari perbanyak berbagi dengan penuh keikhlasan, berharap pahala berlipat dan ridha dari Sang Maha Kuasa. (ida/fir)

Editor : M Firman Syah
#sedekah #dermawan #dosa #Bulan Ramadhan #pahala