LKNU Surabaya Perkuat Layanan Kesehatan Umat, Warga Serbu Terapi Nyeri Gratis

RADAR SURABAYA — Semangat pelayanan dan kepedulian sosial kembali diwujudkan melalui kegiatan Bakti Sosial Penyuluhan, Pemeriksaan Kesehatan, dan Pengobatan Gratis yang digelar Santri Sehat LKNU Kota Surabaya bersama MWCNU Sukolilo, Minggu (17/5), di Kantor MWCNU Sukolilo, Jalan Keputih Utara No. 15, Surabaya.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut menjadi bagian dari agenda rutin Santri Sehat LKNU Surabaya yang secara bergilir hadir dari satu kecamatan ke kecamatan lain di Kota Surabaya sebagai bentuk pelayanan kesehatan berbasis kemasyarakatan.
Mengusung semangat khidmat untuk umat, ratusan warga tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi hari. Tidak hanya mendapatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan gratis, masyarakat juga terlebih dahulu mengikuti penyuluhan kesehatan yang dilaksanakan secara serentak bersama ratusan dokter dari berbagai kota di Indonesia.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara LKNU Surabaya dan Yayasan Elemen Kesehatan Nusantara dalam memperluas edukasi kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat.
Salah satu layanan yang paling diminati warga ialah terapi nyeri gratis bagi masyarakat yang mengalami keluhan nyeri sendi, saraf terjepit, hingga keluhan kecetit.

LKNU Kota Surabaya memang sedang fokus menggalakkan program Santri Pain Free. Program tersebut bertujuan mulia untuk membantu warga NU Kota Surabaya agar terbebas dari penyakit nyeri sendi dan punggung yang mengganggu kualitas hidup dan ibadah.
Berdasarkan data bakti sosial yang rutin dilakukan setiap bulan, estimasi ada puluhan ribu warga Surabaya yang menderita nyeri sendi dan otot, namun belum mendapatkan terapi yang optimal.
Di luar bakti sosial yang rutin diselenggarakan, warga NU yang menderita nyeri sendi dan otot juga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter LKNU dan mendapatkan layanan terapi nyeri secara gratis di House of Pain Experts (HOPE), Jl Demak Timur 31A Surabaya.
Ketua LKNU Surabaya, dr. Akbar Fahmi, menyampaikan bahwa program Santri Sehat bukan sekadar layanan kesehatan, melainkan juga upaya membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat melalui pendekatan yang humanis dan religius.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat edukasi kesehatan secara berkelanjutan,” tuturnya.



