RADAR SURABAYA - Setiap masa ada trennya, dan setiap tren bisa jadi berulang. Begitulah yang terjadi di industri fashion dan gaya hidup.
Termasuk di 2026 ini, tren fashion menjadi salah satu perhatian saat memasuki pergantian tahun atau musim. Industri fashion global memasuki 2026 dengan tren baru yang lebih berani dan ekspresif.
Laporan Pinterest Predicts 2026 menunjukkan minimalisme mulai ditinggalkan, digantikan oleh gaya dramatis, glamor, dan berkelanjutan.
Generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, menjadi penggerak utama tren ini dengan kebutuhan mengekspresikan diri secara lebih bebas.
Pergeseran dari Minimalisme ke Dramatis
Pinterest Predicts 2026 menyoroti tren glamoratti, di mana setelan jas dengan potongan tegas, bahu dramatis, dan perhiasan bold semakin populer.
“Gaya glamor tampil lebih berani dan maksimalis di 2026. Perhiasan kini lebih besar, desainnya bold, dan kilau emas makin mencuri perhatian,” tulis laporan Pinterest.
Kembalinya Gaya 1980-an
Dalam tren workwear, gaya 1980-an kembali dengan shoulder pads, warna bold seperti merah menyala dan biru elektrik, serta aksesori statement.
“Blazer berbahu tegas dan warna-warna berani kini hadir dengan nuansa modern, membuat tampilan kerja lebih dinamis,” ujar editor fashion Popbela.
Luxury Fashion yang Elegan
Tren luxury fashion 2026 menonjolkan detail subtle dengan material premium. Syal sutra, tas berstruktur, dan slingback heels menjadi ikon elegan yang timeless.
Fashion Berkelanjutan
Tren mode berkelanjutan dengan pesan kebebasan berekspresi dan lingkungan akan tetap menjadi poin utama dalam industri fashion tahun ini. Koleksi daur ulang dan layering personal menjadi ciri khas.
Busana dengan bahan daur ulang, material ramah lingkungan, pewarna alam akan tetap mengisi industri fashion.
Tren Global
Ada beberapa tren fashion yang akan mencuri perhatian di 2026, termasuk oversized structured wear, techwear lifestyle, retro revival 2.0, dan genderless essential wear. Isu keberlanjutan menjadi fondasi penting dalam industri mode.
Tren fashion 2026 menandai era baru yang lebih ekspresif, glamor, dan berkelanjutan. Minimalisme bergeser, digantikan oleh gaya dramatis, kembalinya nuansa 1980-an, serta fashion berkelanjutan yang ramah lingkungan.
Generasi muda menjadi motor penggerak tren ini, menjadikan fashion bukan sekadar gaya, melainkan sarana ekspresi diri dan identitas.
Fashion 2026 bukan hanya tentang pakaian, tapi tentang keberanian mengekspresikan diri dan memilih gaya hidup berkelanjutan. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari