Danantara Pangkas 700 Perusahaan, Bidik Laba BUMN Rp334 Triliun

RADAR SURABAYA - Danantara Indonesia menargetkan perampingan hingga 700 perusahaan dalam ekosistem badan usaha milik negara (BUMN) sampai akhir Desember 2026.
Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan efisiensi, memperbaiki kinerja perusahaan pelat merah, dan mendorong laba BUMN mencapai Rp334 triliun tahun ini.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengatakan, sebanyak 364 perusahaan telah menjalani proses perampingan atau penutupan.
Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring percepatan konsolidasi hingga akhir tahun.
“Sudah mencapai 364 perusahaan yang sudah kita lakukan streamlining atau penutupan,” ujar Rosan di Jakarta, Sabtu (24/10).
Rosan, yang juga menjabat Menteri Investasi dan Hilirisasi, optimistis target tersebut dapat tercapai pada akhir Desember 2026.
Perampingan dilakukan melalui penutupan perusahaan yang tidak produktif, penggabungan entitas dengan lini bisnis serupa, serta restrukturisasi perusahaan yang masih memiliki prospek usaha.
Sebelumnya, ekosistem BUMN mencakup lebih dari 1.000 perusahaan, termasuk anak dan cucu usaha.
Danantara menargetkan jumlah tersebut dapat disederhanakan menjadi sekitar 250 entitas.
Langkah konsolidasi ini dilatarbelakangi persoalan kinerja perusahaan yang belum merata.



