
RADAR SURABAYA - Proyeksi pendapatan SpaceX kembali menarik perhatian setelah Elon Musk menyebut perusahaan antariksa tersebut berpotensi meraih sekitar US$3,5 triliun pendapatan tahunan pada 2033. Angka tersebut bahkan lebih tinggi sekaligus lebih cepat dibandingkan proyeksi Morgan Stanley.
Bagi investor Indonesia, perkembangan SpaceX juga menambah pilihan untuk mengamati aset berbasis perusahaan Amerika Serikat. Selain saham teknologi seperti Nvidia, Apple, Amazon, dan Tesla, Pintu menghadirkan fitur tokenisasi saham yang memungkinkan pengguna mendapatkan eksposur terhadap berbagai saham AS melalui tokenized stocks.
Sementara itu, perkembangan bisnis kecerdasan buatan atau AI menjadi salah satu alasan investor terus memperhatikan harga saham Nvidia. Perusahaan semikonduktor tersebut memasok chip yang menjadi komponen penting dalam pengembangan pusat data dan komputasi AI.
Sementara itu, investor yang ingin beli saham Amerika memiliki semakin banyak pilihan karena perkembangan teknologi finansial membuat akses terhadap aset global menjadi lebih mudah. Melalui tokenisasi saham di Pintu, investor dapat menemukan sejumlah aset yang mengikuti saham perusahaan AS, seperti Nvidia, Apple, Amazon, Tesla, Meta, Alphabet, Coinbase, serta SpaceX.
Proyeksi Elon Musk Lebih Cepat dari Morgan Stanley
Perbedaan prediksi antara Elon Musk dan Morgan Stanley mencapai tujuh tahun. Musk memperkirakan SpaceX dapat menghasilkan sekitar US$3,5 triliun pendapatan tahunan pada 2033. Sebaliknya, Morgan Stanley memperkirakan perusahaan membutuhkan waktu hingga 2040 untuk mencapai angka sekitar US$3,4 triliun.
Musk menyampaikan perkiraan tersebut sebagai pandangan pribadinya. Karena itu, investor perlu membedakan angka tersebut dari proyeksi resmi perusahaan. SpaceX sendiri tidak memberikan panduan pendapatan jangka panjang dalam dokumen publiknya.
Morgan Stanley sebelumnya memperkirakan SpaceX dapat menghasilkan sekitar US$330 miliar pendapatan pada 2030. Kemudian, pendapatan tersebut berpotensi meningkat hingga sekitar US$3,4 triliun pada 2040. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa Morgan Stanley melihat potensi SpaceX jauh melampaui bisnis peluncuran roket.
Sebaliknya, Musk memasang target yang jauh lebih agresif. Jika SpaceX benar-benar mencapai US$3,5 triliun pada 2033, perusahaan harus meningkatkan pendapatan dengan kecepatan yang sangat tinggi dalam beberapa tahun mendatang.
AI Menjadi Sumber Pertumbuhan Utama
Starlink saat ini menjadi salah satu mesin pendapatan utama SpaceX. Layanan internet berbasis satelit tersebut terus memperluas jumlah pelanggan, sehingga bisnis konektivitas memberikan fondasi yang penting bagi perusahaan.
Namun, SpaceX juga mulai mengembangkan bisnis AI. Perusahaan melihat peluang untuk menempatkan kemampuan komputasi di orbit sehingga satelit dapat memproses data menggunakan energi surya. Jika teknologi tersebut berhasil, SpaceX tidak hanya akan menjadi perusahaan peluncuran dan penyedia internet, tetapi juga dapat menjadi pemain dalam industri infrastruktur AI.



