Bos Teknologi Minta Pengembangan AI Diperlambat, Ada Apa?

RADAR SURABAYA – Seruan agar pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) diperlambat mulai mengguncang pasar saham Amerika Serikat.
Saham Nvidia Corp. dan Broadcom Inc. mengalami tekanan tajam hingga menyeret indeks semikonduktor turun 5,9 persen.
Kekhawatiran investor muncul setelah sejumlah tokoh dan peneliti teknologi mendorong perlambatan pengembangan model AI paling canggih.
Mereka menilai perkembangan AI perlu dikendalikan agar teknologi tersebut tidak berkembang di luar kendali manusia dan menimbulkan risiko besar.
Tekanan terhadap saham teknologi terlihat jelas di bursa AS. Indeks Nasdaq 100 tercatat turun 0,8 persen.
Saham perusahaan yang berkaitan dengan rantai pasok AI turut mendapat tekanan karena investor mulai mempertanyakan prospek investasi dan keuntungan dari ledakan teknologi AI.
Di tengah sentimen tersebut, harga minyak mentah Brent menembus US$105 per barel.
Kenaikan harga minyak menambah kekhawatiran terhadap inflasi menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun juga berada di sekitar 5 persen.
Pengembangan AI Dinilai Perlu Diperlambat
Seruan pengembangan teknologi AI harus diperlambat salah satunya datang dari CEO Anthropic PBC Dario Amodei.



