Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rahasia Bisnis Steak Boncafe Surabaya hingga Usia 49 Tahun dan Punya 10 Oulet di Indonesia

Andy Satria • Kamis, 26 Februari 2026 | 14:13 WIB

 

STEAK ALA SURABAYA: Seorang pengunjung menikmati menu tenderloin steak yang disajikan, dan dituangkan browns sauce secara langsung di atas hot plate, di Boncafe Gubeng, Surabaya, Kamis (26/2).
STEAK ALA SURABAYA: Seorang pengunjung menikmati menu tenderloin steak yang disajikan, dan dituangkan browns sauce secara langsung di atas hot plate, di Boncafe Gubeng, Surabaya, Kamis (26/2).

RADAR SURABAYA - Menikmati steak di Surabaya rasanya belum lengkap tanpa menyebut Boncafe.

Restoran steak legendaris yang berdiri sejak 1977 atau telah berusia 49 tahun ini tetap eksis hingga kini, bahkan telah dikelola generasi ketiga.

Cita rasa khasnya masih dipertahankan, terutama pada menu andalan tenderloin steak dan chicken steak.

Dikenal sebagai salah satu pelopor steak bergaya Eropa di Surabaya, namun sajian steak di restoran ini bukan sepenuhnya mengusung gaya Eropa murni.

Menu steak diracik langsung oleh Evelina Natadihardja, pendiri Boncafe Surabaya, dengan sentuhan pengalaman kuliner dari berbagai negara.

“Steak kami memang bergaya Eropa, tetapi sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Ada sentuhan cita rasa Nusantara, sehingga lebih cocok untuk selera masyarakat Surabaya dan Indonesia pada umumnya,” ujar Andrew T Prasetya, Owner Boncafe Surabaya, Kamis (26/2).

Salah satu ciri khas yang tak berubah sejak awal adalah penyajian menggunakan hot plate.

Pada masanya, penyajian steak dengan hot plate belum banyak digunakan. Justru dari situlah identitas terbentuk.

Sensasi asap yang muncul saat brown sauce dituangkan di atas hot Plate yang sudah terisi daging, menjadi pengalaman tersendiri bagi pelanggan.

Brown sauce tersebut merupakan racikan khas resto, yang membuat semakin memperkuat karakter rasa.

Untuk kualitas, resto ini menetapkan standar tersendiri. Seluruh steak menggunakan daging sapi lokal pilihan.

Konsistensi kualitas ini yang membuat tenderloin steak dan chicken steak tetap menjadi menu paling laris sejak pertama kali diperkenalkan hingga sekarang.

“Dari dulu sampai sekarang, dua menu itu yang paling banyak dipesan. Kami menjaga rasa signature agar pelanggan lama tetap bisa menikmati kenangan yang sama,” jelas Andrew.

Sebagai restoran berkonsep family restaurant, tempat ini ingin menjadi tempat berkumpul lintas generasi.

Dari orang tua hingga anak-anak, semua bisa menikmati menu yang sama dalam suasana hangat dan nyaman.

Kini, Boncafe telah memiliki sekitar 10 outlet yang tersebar di Indonesia. Meski berkembang, tantangan tetap ada.

Salah satunya adalah bagaimana tetap relevan dengan generasi muda tanpa meninggalkan identitas awal.

“Tantangan kami adalah tetap relate dengan generasi sekarang. Harus menyesuaikan tanpa kehilangan karakter asli. Kami ingin tetap dikenal dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#restoran steak di surabaya #rahasia bisnis boncafe #Chicken steak #boncafe surabaya #restoran di surabaya #hot plate #tanderloin steak #kuliner surabaya