SUMENEP – Pentol ghepek, jajanan khas asal Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep, terus bertahan sebagai camilan favorit lintas generasi. Tak hanya digemari warga lokal, jajanan tradisional ini juga kerap diburu kalangan muda hingga wisatawan yang berkunjung ke ujung timur Pulau Madura.
Teksturnya yang khas membuat pentol ghepek berbeda dari pentol pada umumnya. Lebih dari sekadar makanan ringan, jajanan ini telah menjelma menjadi identitas kuliner lokal yang tetap eksis dari waktu ke waktu.
Baca Juga: Surabaya Tak Pernah Tidur, Ini 5 Spot Kuliner Andalan Pekerja Shift Malam
Pentol ghepek sejatinya sudah dikenal sejak awal 2000-an. Namun, popularitasnya mulai melonjak pada pertengahan 2010-an, seiring pesatnya penyebaran informasi melalui internet dan media sosial. Sejak saat itu, pentol ghepek tak hanya hadir di warung-warung sekitar Ambunten, tetapi menyebar ke berbagai penjuru Sumenep, bahkan dikenal hingga luar daerah.
Bahan utama pentol ghepek berasal dari ikan laut pilihan, terutama ikan tongkol. Adonan ikan yang telah digiling kemudian dijepit menggunakan alat khusus hingga berbentuk gepeng menyerupai piringan. Dari proses inilah nama “ghepek” atau dijepit berasal.
Baca Juga: Madumongso, Jajanan Tradisional Jawa Timur, Ini Bahan dan Cara Membuatnya
Untuk penyajiannya, pentol ghepek biasanya disantap bersama sambal cenge lendat, yakni saus khas berbahan tepung kanji yang dipadukan dengan aneka rempah. Perpaduan rasa gurih dan pedas membuat jajanan ini semakin menggugah selera.
Dari sisi harga, pentol ghepek tergolong sangat ramah di kantong. Per bijinya dibanderol sekitar Rp 1.000, sehingga mudah dijangkau oleh semua kalangan, khususnya pelajar dan mahasiswa. Sejumlah penjual juga menawarkan variasi menu, mulai dari pentol ghepek ikan hingga pentol ghepek tahu, yang bisa dipilih sesuai selera pembeli.
Baca Juga: Berbahan Beras hingga Singkong, Jajanan Tradisional Indonesia Ini Ternyata Bebas Gluten
Kini, pentol ghepek tak lagi sekadar camilan pinggir jalan. Jajanan ini telah menjadi salah satu daya tarik kuliner khas Sumenep yang kerap masuk dalam daftar buruan wisatawan lokal. Konsistensi rasa dan keunikan bentuk membuat pentol ghepek tetap bertahan sebagai ikon kecil kuliner Madura yang tak lekang oleh waktu. (she/fir)
Editor : M Firman Syah