RADAR SURABAYA - Perayaan Natal di berbagai belahan dunia tidak hanya ditandai dengan doa dan kebersamaan, tetapi juga dengan sajian kuliner khas yang sarat makna.
Setiap negara memiliki menu tradisional yang menjadi simbol perayaan, mulai dari hidangan utama hingga pencuci mulut.
Bukan sekadar sajian kuliner, makanan khas Natal juga mencerminkan sejarah dan budaya masyarakat setempat. Tradisi turun-temurun yang memperkuat identitas budaya dan mempererat kebersamaan keluarga
8 Menu Khas Natal dari Berbagai Negara
1. Kalkun Panggang – Amerika Serikat & Inggris
Kalkun panggang menjadi menu utama di meja makan Natal. Disajikan dengan saus cranberry, kentang tumbuk, dan sayuran panggang, hidangan ini melambangkan kehangatan keluarga. Tradisi ini berakar dari abad ke-16 di Inggris dan kemudian menyebar ke Amerika, menjadikan kalkun sebagai simbol pesta besar dan rasa syukur.
2. Julbord – Swedia
Julbord adalah jamuan Natal khas Swedia yang terdiri dari berbagai hidangan seperti ikan haring, daging panggang, keju, hingga roti lapis. Tradisi ini menekankan kebersamaan dalam menikmati makanan berlimpah. Julbord biasanya disajikan dalam tiga tahap: makanan dingin, makanan hangat, dan hidangan penutup.
3. Pierogi – Polandia
Pierogi adalah pangsit isi kentang, keju, atau daging yang direbus dan digoreng. Hidangan ini menjadi simbol kesederhanaan dan kehangatan keluarga Polandia. Pierogi sering disajikan pada malam Natal dalam suasana penuh doa dan kebersamaan, mencerminkan nilai spiritual dan tradisi agraris masyarakat Polandia.
4. Stollen – Jerman
Stollen adalah roti manis berisi buah kering, kacang, dan marzipan, ditaburi gula bubuk. Bentuknya menyerupai bayi Yesus yang dibungkus kain, sehingga memiliki makna religius. Stollen pertama kali dibuat di Dresden pada abad ke-15 dan hingga kini menjadi ikon kuliner Natal Jerman.
5. Feast of Seven Fishes – Italia
Tradisi Italia ini menyajikan tujuh jenis hidangan laut pada malam Natal. Menu ini mencerminkan kekayaan kuliner Mediterania dan simbol spiritual angka tujuh, yang dianggap suci dalam tradisi Katolik. Hidangan biasanya meliputi ikan goreng, pasta seafood, hingga kerang rebus.
Baca Juga: Tinjau Misa Natal, Eri Cahyadi Titip Doa untuk Surabaya dan Korban Bencana Sumatera
6. Risalamande – Denmark
Risalamande adalah puding beras dengan saus ceri. Tradisi uniknya, satu almond utuh disembunyikan dalam puding, dan siapa yang menemukannya mendapat hadiah kecil. Hidangan ini melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan, serta menjadi permainan keluarga yang mempererat kebersamaan.
7. Pavlova – Australia & Selandia Baru
Pavlova adalah kue meringue dengan krim dan buah segar. Karena Natal di belahan bumi selatan jatuh saat musim panas, hidangan ini menjadi pilihan segar dan ringan. Pavlova melambangkan semangat perayaan yang ceria dan penuh warna, sesuai dengan iklim tropis.
8. Mince Pies – Inggris
Mince pies adalah kue kecil berisi buah kering dan rempah. Hidangan ini dipercaya membawa keberuntungan dan selalu hadir di meja Natal keluarga Inggris. Tradisi mince pies sudah ada sejak abad ke-13, ketika rempah-rempah dari Timur Tengah mulai masuk ke Eropa.
Delapan menu Natal khas dari berbagai negara menunjukkan betapa kuliner menjadi bagian penting dalam perayaan.
Dari kalkun panggang di Amerika hingga pavlova di Australia, setiap hidangan mencerminkan budaya, tradisi, dan makna spiritual masyarakat setempat.
Keberagaman menu Natal adalah bukti bahwa makanan mampu menyatukan keluarga sekaligus memperkaya tradisi perayaan di seluruh dunia. (nur)
Editor : Nurista Purnamasari