Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Menikmati Tuna Bakar Sambal Dabu-Dabu Dipadu Bir Pletok di Hotel Ciputra World Surabaya

Andy Satria • Rabu, 29 Oktober 2025 | 01:16 WIB
TUNA DABU-DABU: Ravena Gian Mahima menikmati sajian Tuna Bakar sambal dabu-dabu yang disajikan dengan minuman tradisional Bir Pletok, di Hotel Ciputra World Surabaya, Selasa (28/10).
TUNA DABU-DABU: Ravena Gian Mahima menikmati sajian Tuna Bakar sambal dabu-dabu yang disajikan dengan minuman tradisional Bir Pletok, di Hotel Ciputra World Surabaya, Selasa (28/10).

RADAR SURABAYA - Cita rasa nusantara kembali diangkat ke meja makan hotel berbintang.

Kali ini kreasi kuliner khas Indonesia yang menggugah selera, Tuna Bakar Dabu-Dabu, sajian lezat yang menggabungkan kelezatan ikan segar dengan bumbu rempah khas Sulawesi Utara.

Chef Adam Citra Octavianto selalu Sous Chef Ciputra World Hotel Surabaya mengatakan ide menghadirkan menu ini berangkat dari keinginannya untuk memperkenalkan ikan sebagai sumber protein yang sehat dan kaya rasa.

“Kami memilih ikan tuna karena di Surabaya jarang orang yang benar-benar menyukai ikan. Padahal, tuna punya tekstur bagus dan kandungan protein tinggi, tak kalah dari salmon,” ujarnya, Selasa (28/10).

Proses memasak Tuna Bakar Dabu-Dabu ini dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur daging ikan.

Tuna dipanggang selama lima menit dengan tingkat kematangan medium well setelah sebelumnya direndam dalam bumbu bakaran khas racikan dapur hotel.

“Bumbunya kami padukan dari kecap manis, rempah-rempah, lada, gula, asam Jawa, dan gula merah. Setelah matang, ikan disiram dengan sambal dabu-dabu khas Manado yang tidak terlalu pedas agar bisa dinikmati semua kalangan,” terang Chef Adam.

Agar lebih segar, sambal dabu-dabu diberi irisan mangga muda.

Paduan rasa pedas, asam, dan gurih ini menghadirkan sensasi yang pas untuk disantap di siang hari.

Sajian ini disempurnakan dengan nasi putih yang dibungkus daun pisang, tahu-tempe goreng, serta sayuran sebagai pelengkap.

“Rasa yang ditonjolkan adalah gurih dari ikan tuna dan segar pedas dari sambal dabu-dabu. Tantangan utama ada di pemilihan ikan tuna. Kami harus memastikan kualitas terbaik, dilihat dari tekstur dan aroma ikan,” tambahnya.

Tak hanya makanannya, Chef Adam juga memadukan menu ini dengan minuman Bir Pletok.

Meski namanya “bir”, minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol, melainkan terbuat dari bahan herbal dan rempah pilihan.

“Bir Pletok kami buat dari jahe, cengkeh, serai, pala, kayu manis, jeruk nipis, dan kayu secang untuk warna merah alaminya. Sensasinya unik saat diminum terasa dingin, tapi tubuh jadi hangat,” jelasnya.

Kombinasi antara Tuna Bakar Dabu-Dabu dan Bir Pletok dinilai sangat cocok karena keduanya sama-sama menggunakan bahan dasar rempah-rempah.

Makanan memberi sensasi pedas dan segar, sementara minumannya menyeimbangkan dengan rasa hangat dan menenangkan.

Chef Adam berharap sajian ini bisa menjadi alternatif kuliner nusantara bagi tamu lokal maupun internasional yang ingin mencicipi cita rasa Indonesia dalam balutan modern.

“Kami ingin memberikan pengalaman kuliner khas nusantara bagi warga Surabaya dan tamu mancanegara. Rasanya autentik, tapi tetap elegan untuk disajikan di hotel berbintang,” pungkasnya. (sam/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#dabu dabu Sulawesi Utara #bir pletok #sambal #tuna bakar #Protein tinggi #hotel ciputra world surabaya #daging ikan