Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Percepat Riset Medis dan Pemberantasan TBC

R
Penulis: Rahmat Sudrajat❯
Ilustrasi pemberantasan TBC. (AI/RADAR SURABAYA)
Ilustrasi pemberantasan TBC. (AI/RADAR SURABAYA)

Advertisement

RADAR SURABAYA - Pemerintah terus memperkuat sistem kesehatan nasional melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi. Salah satu langkah strategis dilakukan dengan menggandeng Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya untuk mempercepat pemberantasan tuberkulosis (TBC) sekaligus mendorong pengembangan riset medis di Indonesia.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), hadir langsung di FK Unair, Jumat (22/5), guna membangun sinergi antara pemerintah dan dunia akademik.

Advertisement

Dalam pertemuan tersebut, ia menegaskan dirinya mendapat mandat dari Menteri Kesehatan untuk memperkuat sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan nasional.

“Indonesia negara besar dengan banyak ahli hebat, namun penelitian belum sepenuhnya didukung negara. Banyak inovasi luar biasa yang belum terekspos. Kemenkes siap memfasilitasi dan mendanai agar karya ini bermanfaat luas bagi masyarakat,” ujar dr. Benjamin.

Advertisement

Menurutnya, selama ini banyak peneliti dan tenaga kesehatan memiliki gagasan inovatif, namun terkendala dukungan pendanaan dan fasilitas pengembangan riset. Karena itu, Kementerian Kesehatan berkomitmen menjadi fasilitator utama bagi pengembangan penelitian medis di tanah air.

Selain fokus pada penguatan riset, pemerintah juga menempatkan pemberantasan TBC sebagai prioritas nasional. Upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk bersama Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.

“Jika Unair punya gagasan bagus, langsung hubungi saya. Penelitian Unair akan kami dukung dan danai. Nanti kita bentuk tim khusus agar pelaksanaannya berjalan optimal,” tegasnya.

Kunjungan tersebut dinilai menjadi langkah awal pembentukan ekosistem kesehatan nasional yang lebih inovatif dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi, target penurunan angka TBC serta peningkatan kualitas riset medis Indonesia diharapkan dapat segera terwujud. (rmt/rak)

Advertisement
Editor : Vega Dwi Arista
Sumber : radar surabaya

Artikel Terkait

Pemkot Surabaya Pastikan PPPK Tidak Dipecat, Belanja Pegawai Sudah Aman

Pemkot Surabaya Pastikan PPPK Tidak Dipecat, Belanja Pegawai Sudah Aman

Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD) mematok batas maksimal belanja pegawai 30 persen dari APBD. Pemkot Surabaya memastikan aturan itu tidak akan mengganggu stabilitas biro

Pemkot Surabaya Gandeng Sekolah Swasta, Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Pemkot Surabaya Gandeng Sekolah Swasta, Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Lulusan sekolah dasar (SD) di Kota Surabaya mencapai 41 ribu anak. Namun, daya tampung sekolah menengah pertama negeri (SMPN) hanya sekitar 17 ribu siswa. Artinya, sekitar 24 ribu siswa harus melanjutkan pendidikan di se

Dewan Minta Pemkot Surabaya Tidak Gusur PKL, Lebih Baik Penataan Kawasan Kali Kepiting

Dewan Minta Pemkot Surabaya Tidak Gusur PKL, Lebih Baik Penataan Kawasan Kali Kepiting

Rencana pengosongan lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Kali Kepiting mendapat perhatian DPRD Surabaya. Aspirasi puluhan pedagang yang khawatir kehilangan mata pencaharian kini didorong agar diselesaikan lewat pola

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer