Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ranu Agung Probolinggo, Pesona Mistis di Balik Tebing Batu dan Danau Abadi di Kaki Gunung Lemongan

Muhammad Firman Syah • Minggu, 19 Oktober 2025 | 19:11 WIB
Ranu Agung Terbentuk Dari Danau Vulkanik.
Ranu Agung Terbentuk Dari Danau Vulkanik.

Probolinggo - Di balik rimbunnya hutan sengon dan jalanan berliku di Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, tersimpan keindahan alam yang jarang tersentuh modernisasi. Ranu Agung, danau vulkanik di ketinggian 525 meter di atas permukaan laut, menghadirkan lanskap menawan dengan tebing batu setinggi 70 meter yang mengitari airnya yang jernih.

Dikenal juga sebagai “Ranu Tebing”, kawasan ini menyajikan panorama dramatis yang menyerupai lukisan alam dari kisah legenda.

Daya tarik utama Ranu Agung terletak pada formasi bebatuan yang mengelilinginya. Tebing-tebing curam itu menyerupai akar dan batang pohon beringin raksasa yang membatu. Bentuk alami ini menjadi magnet bagi pemburu foto dan pecinta lanskap alam. Saat cahaya matahari menerobos celah tebing dan memantul di permukaan air, suasana mistis dan magis pun tercipta, menciptakan pengalaman visual yang sulit dilupakan.

Selain keindahan visualnya, Ranu Agung memiliki keajaiban alam yang khas. Air danau yang jernih berasal dari empat mata air alami yang mengalir sepanjang tahun. Bahkan di musim kemarau, ketinggian airnya tetap stabil. Keberadaan ikan mujair di dalam danau menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung yang gemar memancing. Aktivitas memancing di tepi danau ini kerap dipilih wisatawan untuk menikmati ketenangan alam sembari menunggu umpan disambar ikan.

Perjalanan menuju Ranu Agung membutuhkan tenaga ekstra. Jalur menuju lokasi melewati hutan sengon dengan jalan menanjak dan berkelok. Setelah mencapai area parkir, pengunjung harus menuruni tangga beton menuju bibir danau. Meski menantang, rasa lelah akan terbayar dengan pemandangan air tenang, udara sejuk, dan suasana damai yang menyambut.

Pengunjung dapat menikmati keindahan danau dari atas “getek” atau perahu bambu tradisional yang disewa seharga Rp 10 ribu per orang tanpa batas waktu. Dari atas getek, wisatawan bisa mengelilingi danau, mendekati dinding batu, atau berdiam di tengah air sambil menikmati semilir angin pegunungan.

Udara segar dan ketenangan lingkungan menjadikan Ranu Agung pilihan ideal untuk relaksasi, meditasi, atau sekadar melepas penat dari kesibukan kota. Dari tepian danau, terlihat siluet Gunung Lemongan yang berdiri megah di kejauhan. Pemandangan ini menambah kesan kontemplatif sekaligus memperkaya pengalaman visual wisatawan.

Untuk menikmati keindahan Ranu Agung, pengunjung cukup membayar tiket masuk Rp 5 ribu per orang. Lokasi ini buka setiap hari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Meski fasilitas yang tersedia masih sederhana, keaslian alam dan ketenangan suasana menjadikan Ranu Agung destinasi unggulan bagi pecinta wisata alam di Jawa Timur.

Sebagai destinasi yang masih alami, Ranu Agung memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai wisata berbasis konservasi. Namun, keindahan ini menuntut tanggung jawab dari setiap pengunjung agar menjaga kebersihan, tidak merusak ekosistem, dan menghormati ketenangan alam sekitar.

Ranu Agung bukan sekadar danau, melainkan ruang hening yang mengajak setiap pengunjung untuk merenung dan menemukan kedamaian dalam perjalanan. Keindahannya menjadi pengingat bahwa pesona sejati sering tersembunyi di balik langkah yang penuh tantangan, sebuah pelarian alam yang menyejukkan tubuh dan menenangkan jiwa. (man/fir)

Editor : M Firman Syah
#danau #hutan #ranu agung #Ranu Tebing #mistis