Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Seni Naratif 51 Ribu Tahun, Lukisan Gua Maros Menjadi Warisan Dunia

Muhammad Firman Syah • Kamis, 25 September 2025 | 20:45 WIB
Lukisan gua purba berusia lebih dari 50 ribu tahun di Sulawesi. Menggambarkan tiga sosok manusia dan seekor babi, menjadi salah satu seni figuratif tertua di dunia yang menyingkap jejak awal imajinasi
Lukisan gua purba berusia lebih dari 50 ribu tahun di Sulawesi. Menggambarkan tiga sosok manusia dan seekor babi, menjadi salah satu seni figuratif tertua di dunia yang menyingkap jejak awal imajinasi

Radar Surabaya – Di balik keheningan gua kapur Maros, Sulawesi Selatan, tersimpan kisah yang menembus ribuan generasi. Di dinding karst yang dingin dan remang, tiga figur manusia tergambar sedang berinteraksi dengan seekor babi hutan. Guratan merah ini sederhana, namun menyimpan makna besar ia ditorehkan lebih dari 51 ribu tahun lalu, menjadikannya seni figuratif tertua yang pernah ditemukan di dunia.

Penemuan luar biasa ini terjadi di Gua Kapur Leang Karampuang, Kabupaten Maros. Tim peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama kolaborator internasional memastikan lukisan tersebut berusia 51.200 tahun, sebagaimana dipublikasikan dalam jurnal Nature. Dengan temuan ini, Maros menyalip Eropa yang selama ini dianggap sebagai pusat seni cadas dunia.

Para peneliti harus menembus lorong gua gelap dan licin, menyusuri sungai, serta memanjat dinding karst terjal. Adhi Agus Oktaviana, arkeolog BRIN yang menempuh studi doktoral di Griffith University, menghabiskan sebulan untuk membuat salinan manual lukisan. Ia mengenang momen merayakan 17 Agustus di dalam gua, simbol penghubung antara jejak leluhur purba dan semangat kebangsaan masa kini.

Lukisan di Leang Karampuang bukan sekadar coretan. Para ahli menyebutnya seni figuratif naratif, menampilkan adegan yang menceritakan peristiwa, bukan simbol atau cap tangan. Interaksi manusia dengan hewan buruan menunjukkan bahwa manusia purba di Nusantara telah memiliki imajinasi, komunikasi simbolik, dan tradisi bercerita jauh sebelum aksara ditemukan.

"Ini adalah representasi seni naratif tertua di dunia," ujar Maxime Aubert, profesor Griffith University yang memimpin penelitian.

Temuan ini menegaskan bahwa Asia Tenggara merupakan pusat awal perkembangan seni manusia, bukan sekadar pinggiran peradaban.

Penentuan usia lukisan menggunakan metode Laser Ablation U-Series (LA-U-series), teknik terbaru untuk menilai usia mineral di atas lukisan. Metode ini jauh lebih presisi dibanding teknik sebelumnya, memungkinkan peneliti menyingkap sejarah dengan akurat. Penelitian tambahan juga merevisi umur lukisan lain di Gua Leang Bulu’ Sipong 4, dari 44 ribu menjadi 48 ribu tahun.

Dengan temuan ini, Indonesia menempati posisi penting dalam sejarah peradaban manusia. Lukisan gua di Eropa seperti Lascaux (Prancis) atau Altamira (Spanyol) kini bukan lagi tolok ukur tunggal. Lukisan Maros lebih tua dan menawarkan perspektif baru tradisi seni manusia lahir serentak, bahkan mungkin lebih dulu berkembang di Asia Tenggara.

"Manusia purba kita sudah mampu mengekspresikan pikiran kompleks melalui seni visual," kata Adhi Agus Oktaviana.

Sejak 2014, tim BRIN, Griffith University, Universitas Hasanuddin, dan mitra internasional meneliti gua-gua prasejarah Maros-Pangkep. Google Arts & Culture mendigitalisasi temuan agar dapat diakses publik. Pemerintah daerah menilai penemuan ini sebagai kebanggaan sekaligus peluang pengembangan wisata budaya dan edukasi.

Namun, konservasi menjadi tantangan utama. Perubahan iklim, aktivitas manusia, dan degradasi alam mengancam kelestarian lukisan. Sekali rusak, warisan ini akan hilang selamanya.

Lukisan gua Maros bukan sekadar peninggalan arkeologi, tetapi pesan bisu dari masa silam. Guratan sederhana itu menegaskan satu hal, manusia telah punya hasrat untuk bercerita, merekam kehidupan dan meninggalkan jejak bagi generasi mendatang sejak puluhan ribu tahun lalu. (wid/fir)

Editor : M Firman Syah
#lukisan #seni naratif tertua di dunia #gua kapur #maros sulawesi selatan #gua