Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kelontong Kopi Sejak 1930 di Krembangan Surabaya, Menjaga Warisan Seabad dalam Setiap Sudut

Lambertus Hurek • Kamis, 20 Februari 2025 | 14:11 WIB
Toko Kopi Sigan di Krembangan Selatan Surabaya. [IST]
Toko Kopi Sigan di Krembangan Selatan Surabaya. [IST]

RADAR SURABAYA - Di tengah modernisasi, ada salah satu tempat di Surabaya yang hingga saat ini tetap menjaga keasliannya. Toko Kopi Sigan, yang berdiri sejak tahun 1930, bukan sekadar toko kopi biasa, tempat ini menyajikan aroma kopi berpadu dengan nuansa toko kelontong zaman dahulu.

Toko ini terletak di Jalan Cendrawasih Nomor 8, Krembangan Selatan, Surabaya. Dikelola oleh generasi ketiga, Gunawan, Toko Kopi Sigan masih mempertahankan bentuk aslinya, baik dari segi bangunan maupun tata letaknya.

Nama "Sigan" sendiri berasal dari nama kecil orang tua Bapak Gunawan. Dahulu, toko ini belum memiliki nama resmi, hingga akhirnya masyarakat sekitar mulai menyebutnya "Toko Kopi Sigan" nama yang bertahan hingga sekarang.

Ketika pertama kali dibuka, toko ini berfungsi sebagai toko kelontong yang menjual kebutuhan sehari-hari seperti alat tulis, minyak angin, balsem, dll. Namun, di antara barang-barang itu, ada yang lebih menarik perhatian pelanggan yaitu kopi.

"Dulu, kopi hanyalah pelengkap, bukan produk utama. Tapi semakin banyak pelanggan yang datang untuk menikmatinya, akhirnya kopi menjadi identitas toko kami," ujar Gunawan.

Hingga kini, toko ini masih menjual beberapa barang kebutuhan sehari-hari walaupun jumlahnya tidak sebanyak dulu. Salah satu barang lama yaitu teko-teko, yang dulu digunakan untuk menyeduh kopi.

"Dulu punya lima, sekarang tinggal satu. Akhirnya saya pajang saja untuk kenang-kenangan," ujar Gunawan.

Yang membuat Toko Kopi Sigan berbeda dari adalah kopinya. Kopi yang digunakan adalah Kopi Gayo, Aceh. Kopi ini memiliki rasa yang khas dan kualitas tinggi, membuat kopi ini menjadi pilihan utama.

Salah satu yang menarik adalah Kopi Gayo Wine, dengan cita rasa anggur. "Banyak yang datang ke sini mencoba kopi ini. Ada yang dari luar negeri juga, seperti Belanda, Singapura, Belgia, dan Inggris," kata Gunawan.

Di tengah persaingan dengan toko kopi modern, toko ini tetap bertahan dengan mempertahankan kualitas dan cita rasanya. Walaupun banyak toko kopi berlomba-lomba memperluas usahanya, Toko Kopi Sigan memilih untuk tetap berada di tempat yang sama dan tidak ada rencana untuk membuka cabang. Karena bagi mereka, menjaga rasa lebih penting daripada memperluas usaha.

Bagi pelanggan, berkunjung ke toko ini sembari merasakan perjalanan waktu. Dari meja, kursi, dan rak-rak kayu yang menyimpan kenangan, hingga aroma kopi yang tidak berubah sejak dahulu, menghadirkan nostalgia yang tidak ditemukan di tempat lain.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Kamis 20 Februari 2025, Potensi Hujan Lokal Malam Hari

Rahasia Mempertahankan Toko Kopi Sigan di Tengah Tren Kedai Kopi Modern

Toko Kopi dan Kelontong turun temurun tiga generasi ini sukses bertahan di tengah tren kedai kopi modern. Bermodal cita rasa yang autentik, toko kopi ini berhasil bersaing hingga digemari wisatawan asing. Pemilik toko, Gunawan (70) bersama istrinya, Sindi (60), meneruskan usaha keluarga dan mewariskan kepada anak mereka.

Kunci kesuksesan toko ini terletak pada konsistensi dalam menjaga cita rasa dan suasana klasik. Dengan mempertahankan konsep nostalgia, Toko Kopi Sigan justru menarik banyak pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berbeda.

"Saya tidak ingin mengubah cita rasa yang sudah dibuat sejak dahulu karena pelanggan yang sudah mencoba kopi di sini pasti kembali beli lagi," ujar Gunawan.

Tidak hanya itu, pemasaran melalui media sosial juga membantu toko ini tetap eksis. Banyak orang yang memposting tempat ini di media sosial, menjadikannya semakin populer di kalangan anak muda dan penggemar kopi.

Toko Kopi Sigan juga memiliki barang antik yang bernilai tinggi. Ada teko dan cangkir dari awal berdirinya toko yang banyak diincar oleh wisatawan asing, serta berbagai kemasan barang klasik. Namun, tidak semua barang dijual karena Gunawan menyimpannya sebagai kenang-kenangan. (mg)

Editor : Lambertus Hurek
#kafe klasik surabaya #kafe antik krembangan selatan #tren kafe tempo dulu surabaya #Toko Kopi Sigan