RADAR SURABAYA - Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, masih tersimpan sebuah surga tersembunyi di pesisir selatan Kabupaten Malang yang menunggu untuk ditemukan. Potongan surga itu adalah Pantai Mbehi.
Terletak di Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Malang Selatan, pantai ini menawarkan pesona alam yang masih sangat alami dan belum banyak tersentuh oleh tangan manusia.
Perjalanan menuju Pantai Mbehi memang membutuhkan sedikit perjuangan. Dari pusat Kota Malang, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 66 km melewati jalan berkelok dan mendaki bukit.
Namun, setiap tantangan dalam perjalanan akan terbayar lunas dengan pemandangan menakjubkan yang tersaji di ujung perjalanan.
Pantai Mbehi memiliki karakteristik yang unik dengan kombinasi pasir putih halus dan bebatuan karang yang tersusun secara alamiah. Garis pantainya yang melengkung bak bulan sabit menciptakan teluk kecil yang tenang, sempurna untuk berenang atau sekadar bermain air.
Air lautnya yang jernih kebiruan memungkinkan pengunjung untuk melihat berbagai jenis ikan kecil berenang di antara terumbu karang yang masih terjaga.
Salah satu daya tarik utama Pantai Mbehi adalah formasi tebing karang yang menjulang di kedua sisinya.
Tebing-tebing ini tidak hanya menawarkan spot foto yang instagramable, tetapi juga memberikan perlindungan alami sehingga ombak di pantai ini relatif tenang. Di sela-sela tebing, terdapat gua-gua kecil yang bisa dijelajahi saat air laut surut.
Flora dan fauna di sekitar Pantai Mbehi juga menjadi nilai tambah tersendiri. Pohon-pohon kelapa yang berjajar di sepanjang pantai memberikan keteduhan alami, sementara burung-burung laut dapat terlihat bebas berterbangan di atas permukaan air. Pada waktu-waktu tertentu, pengunjung bahkan bisa menyaksikan penyu yang bertelur di pesisir pantai.
Yang membuat Pantai Mbehi semakin istimewa adalah minimnya fasilitas modern yang justru mempertahankan keaslian alamnya.
Di sini, pengunjung bisa benar-benar merasakan kedamaian dan ketenangan, jauh dari keramaian dan polusi kota.
Meskipun demikian, terdapat beberapa warung sederhana yang menyediakan makanan dan minuman, dikelola oleh penduduk setempat.
Pantai Mbehi buka setiap hari dari pukul 07.00 hingga 17.00. Pengunjung yang datang dari Kota Malang dapat memilih rute melalui Gadang-Bululawang-Gondanglegi-Bantur untuk menuju Pantai Kandang Merak.
Setibanya di lokasi, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melalui beberapa pantai lain dan melewati hutan lindung, sehingga disarankan untuk menggunakan jasa pemandu wisata.
Berdasarkan informasi dari matic.or.id, situs resmi milik Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, tiket masuk untuk kelompok maksimal 10 orang dikenakan biaya Rp100.000.
Waktu terbaik untuk mengunjungi Pantai Mbehi adalah saat pagi hari ketika matahari terbit atau sore hari menjelang sunset.
Pada momen-momen ini, langit seolah dilukis dengan gradasi warna yang memukau, menciptakan pemandangan yang tak terlupakan.
Ditambah dengan suara deburan ombak yang lembut dan semilir angin pantai, pengalaman ini menjadi terapi alam yang menenangkan jiwa.
Meski masih tersembunyi, keindahan Pantai Mbehi mulai menarik perhatian para pencinta alam dan fotografer. Bagi para pecinta fotografi, Pantai Mbehi adalah surga yang tak ada habisnya untuk dijelajahi.
Setiap sudut pantai menawarkan komposisi foto yang berbeda, mulai dari hamparan pasir putih yang bersih, tebing batu karang yang megah, hingga gua-gua tersembunyi yang misterius.
Air lautnya yang jernih dengan gradasi warna biru kehijauan menambah pesona setiap frame yang diabadikan.
Namun, penting bagi setiap pengunjung untuk tetap menjaga kelestarian pantai ini. Dengan membawa pulang sampah dan tidak merusak ekosistem yang ada, kita bisa memastikan bahwa surga tersembunyi ini akan tetap indah untuk dinikmati generasi mendatang.
Keindahan Pantai Mbehi tidak hanya bisa dinikmati di siang hari. Saat malam tiba, pantai ini berubah menjadi tempat ideal untuk camping dan barbeque.
Bayangkan menikmati malam di bawah taburan bintang, ditemani suara deburan ombak yang menenangkan, sambil memanggang makanan bersama teman-teman. Pengalaman ini akan menciptakan kenangan yang tak terlupakan. (ask/jay)
Editor : Jay Wijayanto