Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tempat Wisata Hidden Gems di Jawa Timur: Destinasi Anti-Mainstream untuk Liburan Berkesan!

Jay Wijayanto • Selasa, 21 Januari 2025 | 16:36 WIB
Pulau Gili Noko, Bawean, wisata hidden gems di Jawa Timur.
Pulau Gili Noko, Bawean, wisata hidden gems di Jawa Timur.

RADAR SURABAYA - Jawa Timur merupakan provinsi yang menyimpan kekayaan wisata yang seolah tak ada habisnya. Di balik kemegahan Gunung Bromo, pesona Kawah Ijen, atau gemerlap Kota Malang, tersimpan berbagai destinasi tersembunyi yang masih luput dari sorotan massa. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman wisata yang lebih autentik dan personal, jauh dari keramaian wisata mainstream yang kadang membuat jenuh.

Dari sudut-sudut tersembunyi Banyuwangi hingga pelosok Madura, hidden gems ini menunggu untuk ditemukan oleh para petualang sejati. Keindahan alamnya masih terjaga alami, budaya lokalnya masih kental, dan yang terpenting - belum terkontaminasi oleh hiruk pikuk pariwisata massal. Inilah kesempatan bagi Anda yang mendambakan liburan yang berbeda, yang mencari lebih dari sekadar foto Instagram atau centang dalam daftar destinasi populer.

Di artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa tempat wisata tersembunyi di Jawa Timur yang mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya. Dari pantai eksotis dengan pasir hitam vulkanik hingga danau tersembunyi di ketinggian gunung, setiap destinasi menjanjikan pengalaman dan cerita unik yang akan membuat liburan Anda lebih berkesan.

1. Sungai Maron

Kei dahan sungai Maron di Pacitan.
Kei dahan sungai Maron di Pacitan.

Sungai Maron di Pacitan, Jawa Timur, adalah destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam berupa aliran sungai berwarna biru kehijauan yang membentang sepanjang 4,5 kilometer. Terletak di Dusun Maron, Desa Dersono, Kecamatan Pringkuku, Kabupaten Pacitan, lokasi ini berjarak sekitar 40 kilometer dari Alun-alun Pacitan dan dapat diakses dengan perjalanan darat.

Objek wisata ini buka dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB, memberikan pengunjung kesempatan untuk menikmati waktu yang berlimpah untuk menjelajahi keindahan Sungai Maron. Dengan harga tiket masuk sebesar Rp 5.000, wisatawan juga dapat menyewa kapal dengan biaya tambahan Rp 100.000 untuk tiga hingga empat orang, guna menyusuri sungai yang sering disebut sebagai "Sungai Amazon Jawa Timur." Perjalanan menyusuri sungai sepanjang 4,5 kilometer ini memakan waktu sekitar 45 menit.

Sepanjang perjalanan, wisatawan akan menikmati pemandangan aliran air yang jernih dengan warna biru kehijauan, dan setiap penumpang akan dilengkapi dengan jaket pelampung untuk keselamatan. Bagi yang tidak ingin menyusuri sungai dengan kapal, aktivitas berenang juga bisa menjadi pilihan menarik, mengingat arus sungai yang tenang dan airnya yang jernih. Namun, tetap disarankan untuk berhati-hati saat berenang.

Di ujung perjalanan menyusuri sungai, pengunjung akan disuguhi pemandangan menakjubkan dari bukit-bukit karang yang terletak di sekitar pantai. Bukit-bukit ini terhampar di sisi kanan dan kiri sungai, menambah pesona alami Sungai Maron yang memukau.

2. Wisata Bukit Jaddhih

Wisata hidden gems Bukit Jaddhih di Madura, Jawa Timur.
Wisata hidden gems Bukit Jaddhih di Madura, Jawa Timur.

Bukit Jaddhih, bekas tambang batu kapur yang terletak di Bangkalan, Madura, menyuguhkan panorama memukau dan berjarak sekitar 27 mil dari Kota Surabaya. Akses ke lokasi ini dapat ditempuh melalui Jembatan Suramadu, menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau oleh wisatawan.

Mencakup area seluas sekitar 500 hektar, Bukit Jaddhih tersebar di tiga desa: Jaddhih, Desa Rabasan, dan wilayah Parseh. Aktivitas penambangan batu kapur yang pernah berlangsung di sini telah membentuk lanskap yang khas dan menarik, dengan tebing-tebing kapur yang besar dan bekas tambang yang eksotis.

Berbagai atraksi menarik menanti pengunjung, seperti Bunker Warisan Belanda yang dahulu berfungsi sebagai tempat penyimpanan senjata, terletak di sekitar bukit batu kapur. Selain itu, terdapat kolam renang alami dengan air hijau jernih yang terbentuk akibat proses penambangan, menambah keindahan tempat ini.

Pemandangan Bukit Jaddhih yang menakjubkan dengan tebing kapur putih dan langit biru menjadikannya spot foto yang sempurna. Akses menuju lokasi cukup mudah menggunakan mobil, namun pengunjung perlu berhati-hati dengan kondisi jalan yang panas dan berdebu. Karena minimnya fasilitas makan di sekitar, membawa bekal sendiri sangat disarankan.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Bukit Jaddhih adalah siang hari ketika langit cerah. Untuk menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan, disarankan menggunakan tabir surya dan merencanakan kunjungan antara pukul 10:00 pagi hingga 3:00 sore.

3. Teluk Biru (Blue Bay)

Tempat wisata Teluk Biru di Banyuwangi.
Tempat wisata Teluk Biru di Banyuwangi.

Di Banyuwangi, terdapat surga tersembunyi lain yang belum sepopuler Green Bay, Pulau Merah, atau Kawah Ijen, yaitu Blue Bay. Meskipun memiliki nama yang hampir mirip dengan Green Bay, Blue Bay menawarkan daya tarik yang berbeda. Sementara Green Bay dikenal dengan pasir putih dan air laut yang berwarna kehijauan, Blue Bay menonjolkan keindahan bawah lautnya yang mempesona.

Blue Bay merupakan pilihan menarik untuk snorkeling di Banyuwangi, selain Pantai Bama di Baluran dan Pulau Tabuhan. Keindahan bawah laut di Blue Bay tidak kalah memikat dibandingkan dengan destinasi-destinasi tersebut. Dengan air laut yang masih jernih dan alami, Blue Bay menghadirkan pesona laut biru yang memukau, yang menjadi alasan mengapa teluk ini dinamakan Blue Bay.

Untuk mencapai Teluk Biru, Anda harus menyewa perahu atau kapal boat karena akses darat belum tersedia. Perjalanan dari Muncar ke Teluk Biru memakan waktu sekitar 2 jam. Waktu terbaik untuk berangkat adalah pukul 2 dini hari agar dapat menikmati keindahan matahari terbit di tengah laut.

Pada sore hari, ombak di daerah Muncar cukup besar, sehingga nelayan biasanya tidak bersedia mengantar wisatawan demi alasan keselamatan. Oleh karena itu, disarankan untuk berangkat pada pagi hingga siang hari.

Teluk Biru masih belum banyak dikenal oleh wisatawan dan pengelolaannya pun belum optimal, sehingga penyewaan kapal boat menjadi satu-satunya opsi. Biaya sewa perahu di Banyuwangi berkisar antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000.

4. Gili Noko

Pulau Gili Noko, Bawean, wisata hidden gems di Jawa Timur.
Pulau Gili Noko, Bawean, wisata hidden gems di Jawa Timur.

Pulau Gili Noko, yang terletak di Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menawarkan sensasi eksklusif bagi para pengunjung. Dari Pelabuhan Bawean, perjalanan menuju Dermaga Pamona menempuh jarak sekitar 10 kilometer. 

Setelah tiba di dermaga, wisatawan melanjutkan perjalanan menyeberang laut sejauh 5 kilometer dengan menyewa perahu dari nelayan setempat menuju Pulau Gili Noko. Pulau ini memiliki luas sekitar seribu meter persegi, memberikan pengalaman seperti pulau pribadi yang menawan.

Keindahan pantai berpasir putih dan pemandangan lautan yang luas menjadi daya tarik utama Pulau Gili Noko. Bagi pengunjung yang ingin menjelajahi keindahan pulau ini, perahu motor dapat disewa dari nelayan setempat dengan biaya sekitar Rp 350 ribu per rombongan, dan waktu perjalanan menyeberang sekitar 30 menit.

Meskipun ukurannya kecil dan tidak berpenghuni, Pulau Gili Noko menyuguhkan keindahan alam yang mempesona di seluruh bagiannya. Pasir putih bersih yang mengelilingi pulau diapit oleh semak belukar, menciptakan suasana eksotis yang memikat.

5. Gili Labak

Gili Labak, pulau kecil di sudut selat Madura yang memiliki keindahan alam memesona.
Gili Labak, pulau kecil di sudut selat Madura yang memiliki keindahan alam memesona.

Pulau kecil nan menawan, Gili Labak, terletak di Selat Madura, tepat di sebelah tenggara Pulau Madura, masuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Dengan luas sekitar 5 hektar, pulau ini hanya dihuni oleh sekitar 35 kepala keluarga. Untuk ke pulau kecil ini membutuhkan waktu sekitar 1-1,5 jam untuk dapat sampai ke tujuan.

Objek wisata ini buka setiap hari dengan jam operasional 24 jam, sehingga dapat dikunjungi kapan saja. Pengunjung yang datang tidak dikenakan HTM, melainkan hanya perlu membayar tarif transportasi perahu motor. Kisaran harga sewanya adalah Rp350.000,00 hingga Rp400.000,00 per kapal yang bisa menampung hingga 15 orang.

Keindahan alami Pulau Gili Labak mulai menarik perhatian para pelancong yang mencari destinasi wisata terpencil, jauh dari hiruk-pikuk kota. Kini, Pulau Gili Labak telah menjadi salah satu tujuan wisata favorit di wilayah timur Pulau Jawa. Peningkatan jumlah perahu yang siap mengantarkan wisatawan ke Gili Labak setiap akhir pekan menunjukkan bahwa pulau ini semakin diminati sebagai destinasi liburan. (ask/jay)

Editor : Jay Wijayanto
#libur januari 2025 #kawah ijen #gunung bromo #hidden gems #wisata jatim