RADAR SURABAYA – Bagi sebagian besar masyarakat Surabaya mungkin asing dengan Toko Kopi Sigan.
Toko ini tidak populer seperti kebanyakan kedai kopi modern. Tidak pula menghadirkan menu yang viral.
Akan tetapi kedai kopi yang ada di Jalan Cendrawasih Nomor 8 Krembangan Selatan, Surabaya ini sangat istimewa bagi pelanggan setianya. Termasuk warga sekitar.
Kedai kopi ini sudah ada sejak tahun 1940-an. Toko tersebut sebelumnya bernama toko Kopi Swiekhay, namun masyarakat sekitar lebih mengenal dengan nama Sigan.
Pemilik Toko Kopi Sigan, Gunawan mengatakan, sebelum dirinya lahir sudah ada toko ini.
Terbukti di dalam toko masih tertata rapi suasana lawas seperti meja kopi, lemari dan bahkan ceret yang dibuat kopi serta cangkir masih ada.
Nah, suasana itulah yang masih terasa mempunyai histori nuansa terdahulu.
Namun sekarang bukan hanya toko kopi saja, tapi juga membuka bermacam-macam usaha lain, seperti kebutuhan rumah tangga, makanan, minuman, fotokopi dan lain sebagainya.
“Sigan sendiri adalah nama Papa saya, dan orang-orang sekitar sini menyebut toko kopi Sigan,” kata pria 68 tahun tersebut saat ditemui di tokonya.
Gunawan bercerita tentang ciri khas kopi ini yang beda dari yang lainnya. Mungkin di tempat lain kopi barista hanya bisa menyajikan takaran kopi dan gula yang dituangkan dalam gelas.
Namun kopi Sigan ini dulu cara pembuatan diaduk di dalam ceret atau teko dan dibakar dengan arang, bukan gas api seperti sekarang.
“Dulu toko kopi ini sudah buka mulai pukul 06.00 pagi. Pukul 10.00 pagi sudah ramai pembeli dari karyawan kantor atau pegawai swasta di sekitar sini,” ujar generasi ketiga pengelola toko kopi ini.
Hingga saat ini masih ada pelanggan setia yang beli kopi dan biasanya beli kopi bubuk atau diminum di sini.
“Untuk harga kopi biji dan sudah dihaluskan sebanyak 25 gram harganya Rp 45 ribu, sedangkan untuk kopi satu cup harga Rp 15 sampai Rp 25 ribu,” tutupnya. (jar/nur)
Editor : Nurista Purnamasari