Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lepet Kuliner Abad Ke-8 Dipopulerkan Sunan Kalijaga, Gurih dan Disukai

Lambertus Hurek • Selasa, 16 April 2024 | 21:21 WIB
Lepet jadi salah satu kuliner populer saat Lebaran (IST).
Lepet jadi salah satu kuliner populer saat Lebaran (IST).

RADAR SURABAYA - Lepet makanan yang dibuat dari ketan yang dicampur dengan kacang beras dan kelapa kemudian direbus.  Rasanya gurih. Sederhana sekali, meskipun untuk membuatnya memakan waktu yang cukup lama.

Bungkusnya pun masing masing daerah memiliki gaya sendiri sendiri. Ada yang dari janur dilipat lalu diikat dengan tali bambu atau  tutus sebanyak 3 ikatan. Ada yang digulung lalu ditarik dan kemudian diikat juga dengan tutus.

Ada pula yang dibuat seperti ketupat tapi memanjang bentuknya. Biasa dibuat oleh masyarakat Banyuwangi.

Lepet selalu hadir tujuh hari sesudah Lebaran atau biasa disebut Lebaran Ketupat. Kono  lepet kependekan dari silêp’ yang berarti ‘kubur atau simpan’ dan ‘rapêt’ yang berarti ‘rapat’.

Lepet dari janur yang ditekuk umumnya diikat dengan tutus tiga buah. Hal ini seperti mengikat orang yang meninggal menurut tradisi Islam.

"Artinya, semua kesalahan yang sudah dimaafkan seharusnya kubur yang rapat. Atau dengan perkataan lain, sudah tidak diingat-ingat lagi," kata Lintu Tulisyantoro, pengamat kuliner Nusantara.

Lepet sendiri, kata Lintu, sebenarnya sudah ada pada abad ke-8. Kemudian dipopulerkan sejak zaman Islam di Jawa oleh sunan Kalijaga. (rek)

Editor : Lambertus Hurek
#ketupat #lepet #kuliner lebaran #Lebaran Ketupat #lepet ketan