NGANJUK - Nganjuk memiliki banyak destinasi wisata menarik salah satunya yaitu air terjun. Mungkin selama ini orang hanya mengenal Air Terjun Sedudo yang ikonik. Namun di wilayah itu, ada satu air terjun lagi yang belum dikenal banyak orang, yakni Air Terjun Singokromo.
Nama Singokromo merupakan gabungan dari dua kosa kata bahasa Jawa. Yakni singo yang berarti singa atau harimau, dan kromo artinya kawin.
Mitos mengatakan bahwa dahulu daerah ini merupakan tempat singa melakukan perkawinan di lereng Gunung Wilis. Karena itu kawasan ini dianggap angker dan keramat oleh penduduk sekitar.
Ada juga kepercayaan dan mitos yang masih melekat dengan Air Terjun Singokromo. Apabila tiap bulan purnama tiba, banyak warga yang datang ke air terjun untuk mengambil air. Sebab diyakini jika air di tempat ini bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Mitos berikutnya mengenai asmara. Bagi orang-orang yang punya jodoh, jika mandi di Air Terjun Singokromo dipercaya bisa mendapatkan pasangan yang selama ini ditunggu atau dicari.
Walau zaman sudah berubah, namun mitos dan kepercayaan ini masih melekat sangat kental dengan air terjun tersebut.
Air Terjun Singokromo hanya berjarak 4 km saja dari Sedudo. Letaknya berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Nganjuk. Karena belum banyak diketahui orang, bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke sini harus rela berjalan kaki melewati jalan setapak di dalam hutan.
Tiket masuk Air Terjun Singokromo dibanderol dengan harga Rp10 ribu saja. Dikarenakan akses yang masih terbatas, maka mobil hanya bisa masuk sampai loket karcis saja.
Untuk sepeda motor bisa masuk sampai ke dalam jalanan air terjun. Namun karena tanjakan turun yang curam membuat kendaraan ini cukup di parkir pada warung-warung terdekat saja. Selanjutnya pengunjung harus berjalan kaki untuk turun menikmati pemandangan air terjun.
Kondisi jalan yang belum diaspal, membuat pengunjung harus ekstra berhati-hati. Tetapi tidak perlu khawatir, karena pihak pengelola menyediakan tempat beristirahat dan spot foto menarik untuk menghilangkan rasa penat.
Meski untuk menuju ke tempat ini sangat penuh perjuangan, rasa lelah pengunjung terbayarkan ketika sudah sampai di lokasi air terjun yang sejuk dan memancarkan pendar-pendar butiran air bening dari atas bukit.
Air Terjun Singokromo benar-benar menyuguhkan pemandangan yang menyegarkan mata dan pikiran.
Kondisi airnya yang masih sangat jernih dan alami membuat pengunjung tak rela melepas penat tubuhnya dengan nyemplung berenang dan bermain di sana.
Air terjun yang memiliki ketinggian 20 meter ini bisa menjadi salah satu spot destinasi wisata andalan di Kabupaten Nganjuk jika dikembangkan lebih serius.
Suasana yang masih asri dengan cuitan kicau burung membuat pengunjung merasa rileks. Suara gemericik air terjun yang mengalir menenangkan pikiran. Juga menambah keindahan pemandangan.
"Suasananya adem, meskipun tadi pas mau ke sini esktrim banget jalannya," kata salah satu pengunjung bernama Bagus Kaffa.
Mahasiswa asal Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya ini merasa senang bisa berkunjung ke Air Terjun Singokromo. "Lumayan bisa buat refreshing sama melepas pusing dari semua kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata, Red)," ucap pria yang kuliah di program studi Hubungan Internasional tersebut. (mg1/jay)
Editor : Jay Wijayanto