SURABAYA – Kuliner khas Madura tidak hanya bebek, sate atau gule. Bubur Madura juga banyak penggemarnya. Salah satu tempat favorit para penikmat kuliner untuk mencicipi bubur khas Pulau Garam ini ada di emperan Pasar Atom lama sisi utara di Jalan Bunguran, Surabaya. Berada di dekat lahan parkir dekat musala, sekitar 10 pedagang berjejer berjualan menu yang sama, yakni Bubur Madura.
Makanan bercitarasa manis ini merupakan campuran dari berbagai jenis bubur seperti bubur sumsum, mutiara, ketan hitam, candil, kemudian disiran dengan santan dan gula merah cair. Perpaduan bahan-bahan ini menghasilkan cita rasa manis, gurih, namun tidak membuat eneg jika takaran yang diberikan pas.
Keberadaan pedagang Bubur Madura ini sangat mudah dikenali dari luar. Karena mereka berjualan di bawah kain spanduk besar berwarna merah mencolok dengan tulisan “Bubur Madura” yang juga dibuat besar. Tempat ini biasa dipadati oleh pengunjung Pasar Atom yang mayoritas warga Tionghoa. Mereka ingin mencicipi hidangan khas pulau Madura tersebut.
Salah satu pedagang Bubur Madura di Pasar Atom adalah Rosidah. Harga satu porsi Bubur Madura yang dia jual dibanderol Rp10 ribu. Untuk yang makan di tempat, makanan legit nan gurih ini disajikan dalam pincukan kertas minyak yang dilapisi daun pisang. Sedangkan untuk yang pesan dibawa pulang disajikan dalam kotak plastik mika bening dengan tutup. Karena itu, harganya lebih mahal jadi Rp12 ribu.
Bubur Madura yang dijual di sini memiliki variasi toping bermacam-macam. Dari mulai ketan hitam, sumsum, santan, mutiara dan masih banyak lagi. Pembeli bebas memilih toping sesuai selera.
Rosidah mengaku jika dia membuka lapak Bubur Madura mulai pukul 10.00 hingga 17.00. Selama waktu tersebut, pembeli satu per satu mulai berdatangan. Tidak heran, pendapatan per hari yang dia dapatkan cukup besar. “Kalau ramai bisa dapat sampai sembilan ratus ribu bahkan sejuta sehari. Tapi kalau sepi, cuma dapat empat ratus ribu rupiah. Itu baru bubur saja, belum jualan yang lain,” ujarnya.
Memang selain menjual Bubur Madura, Rosidah juga menjual aneka jajanan pasar, sate-satean, minuman, dan Bubur Manggul. Yakni bubur khas Madura yang terdiri dari irisan lontong disiram kuah kare berisi udang utuh.
Semua makanan tersebut harganya bervariasi mulai dari Rp5.000 sampai Rp10.000 tergantung jumlah makanan yang dipilih. Hebatnya, Rosidah mengaku kalau makanan-makanan yang dijual adalah buatan sendiri semua.
Rosidah menceritakan kalau dahulu dia berjualan Bubur Madura bersama dengan sang ibu. Bahkan, dia sudah mulai ikut jualan dari lulus sekolah dasar (SD). Dengan demikian, resep dan bahan yang digunakan sudah turun temurun dipelajarinya dari sang ibu. Karena itu bisa terjaga ciri khas dari Bubur Madura yang dijual.
Salah satu pengunjung Pasar Atom, Kristin mengatakan, dirinya sudah beberapa kali mencicipi Bubur Madura. Selain harga makanan yang relatif murah, ia mengungkapkan kepuasannya dengan kondisi tempat pedagang Bubur Madura yang selalu bersih dan rapi.
"Ketika saya datang ke sini, saya selalu melihat kebersihan tempat ini. Ini memberikan rasa percaya diri bahwa makanan yang disajikan berkualitas dan aman untuk dimakan," ungkap dia.
Kristin menggarisbawahi kepuasannya terhadap Bubur Madura, menyoroti aspek harga yang terjangkau yang membuat hidangan ini begitu ramah di kantong. Menurutnya, harga yang ekonomis adalah alasan utama mengapa ia sering kembali untuk menikmati hidangan lezat ini.
Pujian dari Kristin menggarisbawahi bahwa selain cita rasa yang menggoda, pengalaman menyantap Bubur Madura di Pasar Atom juga ditingkatkan oleh faktor-faktor seperti kebersihan dan harga yang terjangkau. Ini menjadikan pilihan favorit banyak penikmat kuliner yang ingin mencari hidangan lezat tanpa menguras dompet.
Tidak heran, stand pedagang Bubur Madura ini kerap dipadati pengunjung untuk sarapan atau bahkan makan siang. Mereka tidak hanya mencicipi Bubur Madura, tetapi aneka makanan lain juga yang dijajakan di sana. (mg1/mg2/jay)
Editor : Jay Wijayanto