RADAR SURABAYA - Pemanas air atau water heater kerap digunakan untuk menunjang kenyamanan mandi di rumah. Namun, perangkat yang digunakan setiap hari ini sering luput dari perawatan. Padahal, penumpukan kerak, endapan mineral, hingga korosi di dalam tangki dapat memengaruhi kualitas air dan kinerja pemanas air.
Pengurasan tangki secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kebersihan dan memperpanjang usia pakai perangkat. Idealnya, perawatan dilakukan secara rutin sesuai petunjuk penggunaan dan kondisi air di masing-masing daerah.
Presiden Direktur Electrolux Indonesia Iffan Suryanto mengatakan, pihaknya melakukan riset selama sekitar satu tahun di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Surabaya. Riset tersebut dilakukan dengan mendatangi pengguna pemanas air untuk mengetahui kebiasaan perawatan dan kendala yang dihadapi.
Baca Juga: Anggota DPRD Jatim Cahyo Dorong Layanan Kesehatan Jemput Bola di Surabaya
Kuras Tangki Water Heater secara Rutin
Dari hasil riset itu, ditemukan persoalan serupa, yakni pengguna cenderung tidak menguras tangki secara rutin. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa proses pengurasan merepotkan karena harus memanggil teknisi.
"Kita melakukan riset untuk mengedukasi masyarakat Indonesia bahwa ada bahaya yang mengintai di balik water heater yang tidak pernah dikuras. Perawatan merupakan kewajiban pengguna agar terhindar dari air berkarat," ujarnya, Kamis (29/10).
Menurut Iffan, pemeriksaan lebih lanjut dilakukan dengan membongkar tangki pemanas air dan mengecek kondisi air di dalamnya. Langkah tersebut menjadi dasar untuk mengembangkan solusi yang memungkinkan pengguna melakukan pengurasan secara mandiri.
Baca Juga: BRI Masuk Top 50 Emiten BigCap IICD 2026, Tata Kelola Jadi Fondasi
Periksa Endapan di Tangki Water Heater
Selama ini, pemanas air kerap dianggap sebagai perangkat yang cukup dipasang dan langsung digunakan. Padahal, kualitas air yang berbeda-beda di setiap daerah dapat memengaruhi kondisi tangki. Kandungan mineral dan endapan yang terbawa air berpotensi menumpuk seiring pemakaian.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat mengganggu kinerja perangkat. Gejalanya antara lain proses pemanasan yang terasa lebih lambat dan konsumsi listrik yang berpotensi meningkat. Dalam kondisi tertentu, korosi dan kerusakan komponen juga dapat menimbulkan risiko kebocoran.
Untuk mengatasi kendala perawatan tersebut, produsen perangkat rumah tangga mulai mendorong kemudahan pengurasan tangki secara mandiri. Salah satunya melalui kampanye #KurasSendiriAja yang mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan pemanas air.
Baca Juga: Lomba Kampung Pancasila, RW 03 Perak Barat Surabaya Perkuat Kemandirian Ekonomi dan Pangan Warga
Melalui pendekatan ini, pengguna diharapkan tidak lagi sepenuhnya bergantung pada teknisi untuk melakukan perawatan rutin. Dengan demikian, biaya pemeliharaan jangka panjang juga berpotensi ditekan.
Iffan menjelaskan, pengembangan pemanas air yang memungkinkan pengurasan mandiri ditujukan untuk menjawab kebutuhan konsumen di Indonesia. Sebab, pemanggilan teknisi secara berkala dapat menambah pengeluaran rumah tangga.
"Kalau harus menggunakan jasa teknisi setiap bulan, tentu ada biaya tambahan. Karena itu, kami berusaha membuat produk yang memungkinkan tangki dikuras secara mandiri," jelasnya.
Meski demikian, pengurasan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pengguna perlu mengikuti petunjuk dari produsen, terutama terkait pemutusan aliran listrik, penutupan suplai air, dan prosedur pengurasan yang aman.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Kalahkan Messi, Ballon d’Or 2008 Terbaik Sepanjang Masa
Frekuensi perawatan juga perlu disesuaikan dengan petunjuk penggunaan serta kondisi air di rumah. Kampanye tersebut merekomendasikan pengurasan setiap satu bulan sekali untuk membantu menjaga kebersihan tangki.
Perawatan yang tepat diharapkan dapat membantu menjaga kinerja pemanas air, mengurangi penumpukan endapan, serta menekan risiko kerusakan. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut juga berpotensi memperpanjang usia pakai perangkat dan mengurangi biaya perbaikan.
Selain menjaga performa perangkat, kebersihan tangki pemanas air berkaitan dengan kenyamanan pengguna. Air yang tampak berubah warna atau mengandung partikel karat perlu menjadi perhatian karena dapat mengindikasikan adanya korosi pada komponen atau masalah pada sumber air.
Baca Juga: Muhammadiyah dan Arab Saudi Perkuat Kerja Sama Pendidikan
Iffan mengingatkan bahwa air yang tidak terjaga kebersihannya dapat menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna, terutama ketika digunakan untuk mandi setiap hari.
Ia menyebut paparan air dengan kualitas buruk berpotensi memicu keluhan kulit pada sebagian orang, seperti kulit kering dan iritasi. Namun, dampaknya bergantung pada kondisi air, serta sensitivitas kulit masing-masing individu. (sam/gun)
Editor : Guntur IriantoSumber : radar surabaya