
RADAR SURABAYA– Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendorong penguatan kerja sama dengan Arab Saudi di bidang pendidikan, pelayanan haji dan umrah, ekonomi, serta kemanusiaan.
Selain itu, kedua pihak menyoroti pentingnya menjaga persatuan umat Islam dan stabilitas kawasan Timur Tengah di tengah konflik yang terjadi.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Amudi, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (28/10).
Pertemuan itu turut dihadiri Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Bendahara Umum PP Muhammadiyah Hilman Latief, serta Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PP Muhammadiyah Muhammad Ziyad.
Muhammadiyah Soroti Persatuan Umat Islam
Dalam pertemuan tersebut, Haedar Nashir menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antara Muhammadiyah dan Arab Saudi yang telah terjalin sejak lama.
Ia mengapresiasi peran Arab Saudi dalam menjaga dua kota suci umat Islam serta mengembangkan dakwah Islam.
Menurut Haedar, hubungan positif kedua pihak perlu terus dipelihara dan dikembangkan melalui berbagai bentuk kolaborasi yang memberikan manfaat bagi umat Islam.
Haedar juga menyoroti pentingnya persatuan negara-negara Muslim, terutama di kawasan Teluk yang terlibat atau terdampak konflik.
Ia menilai aksi saling menyerang di antara sesama negara Muslim bertentangan dengan prinsip persaudaraan dalam Islam.
Konflik tersebut, lanjutnya, juga berpotensi memperlemah posisi umat Islam di mata dunia internasional.



