Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Mahasiswa ITS Ciptakan Hi-VITS, Sistem Pintar yang Bisa Cegah Kebakaran dari Instalasi Listrik

Rahmat Sudrajat • Jumat, 5 Juni 2026 | 18:09 WIB
Kepala Tim Hi-VITS, Khoirul Anam, menjelaskan cara kerja perangkat Hi-VITS yang dikembangkan untuk mendeteksi potensi kebakaran akibat gangguan kelistrikan sejak dini. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Kepala Tim Hi-VITS, Khoirul Anam, menjelaskan cara kerja perangkat Hi-VITS yang dikembangkan untuk mendeteksi potensi kebakaran akibat gangguan kelistrikan sejak dini. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Risiko kebakaran akibat gangguan instalasi listrik masih menjadi salah satu penyebab utama kebakaran di Indonesia.

Menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya berhasil mengembangkan inovasi bernama Hi-VITS,

sebuah sistem mitigasi pintar yang mampu mendeteksi potensi kebakaran akibat kelistrikan sejak dini melalui pemantauan jaringan secara real time.

Inovasi ini dikembangkan sebagai pelengkap perangkat pengaman listrik konvensional yang umum digunakan masyarakat, yaitu Miniature Circuit Breaker (MCB).

 Berbeda dengan MCB yang umumnya hanya bekerja ketika terjadi arus berlebih atau korsleting, Hi-VITS mampu mengidentifikasi gejala gangguan yang lebih spesifik dan sering kali sulit terdeteksi oleh perangkat pengaman biasa.

Baca Juga: Dua Jemaah Haji Kloter 12 Asal Malang Wafat Alami Jantung di Pesawat dan Bus Saat Tiba di Asrama Haji Surabaya

Salah satu keunggulan utama Hi-VITS adalah kemampuannya mendeteksi busur listrik (arc condition), yakni kondisi percikan listrik yang

kerap menjadi pemicu awal terjadinya kebakaran pada instalasi listrik rumah tangga maupun bangunan komersial.

Salah satu anggota tim pengembang, Ananda Aullia Nayaka, menjelaskan bahwa sistem yang mereka kembangkan mengutamakan mekanisme peringatan dini sebelum melakukan pemutusan aliran listrik secara otomatis.

“Sistem kami tidak langsung memutus aliran listrik, tetapi memberikan peringatan terlebih dahulu kepada pengguna.

Pemutusan listrik otomatis baru dilakukan ketika kondisi sudah berada pada tahap yang berbahaya,” ujarnya, Jumat (5/6).

Menurut Nanda, pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada pengguna untuk melakukan pemeriksaan dan tindakan pencegahan sebelum gangguan berkembang menjadi ancaman yang lebih serius.

Selain meningkatkan keselamatan, mekanisme tersebut juga membantu menjaga kelancaran aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Aksinya Terekam CCTV, Jambret HP di Jalan Makam Peneleh Surabaya Ditangkap

Pengguna tidak perlu langsung mengalami pemadaman listrik ketika sistem mendeteksi indikasi awal gangguan yang masih dapat ditangani.

“Mekanisme tersebut memungkinkan pengguna tetap menjalankan aktivitas tanpa harus mengalami pemadaman listrik secara mendadak.

 Langkah ini sekaligus membantu mengurangi potensi kerugian ekonomi yang dapat timbul akibat terganggunya operasional bangunan,” tambahnya.

Solusi untuk Hunian dan Industri

Tim pengembang Hi-VITS tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga memperhatikan kemudahan penggunaan dan implementasi di lapangan.

Sistem ini dirancang agar dapat diterapkan secara praktis pada berbagai jenis bangunan, mulai dari rumah tinggal, gedung perkantoran, hingga kawasan industri.

Dengan kemampuan pemantauan secara real time, pengguna dapat memperoleh informasi lebih cepat terkait kondisi instalasi listrik sehingga potensi gangguan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran.

Inovasi semacam ini dinilai penting mengingat banyak kasus kebakaran berawal dari gangguan instalasi listrik yang tidak terdeteksi sejak dini.

Kehadiran sistem pemantauan cerdas seperti Hi-VITS diharapkan dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan yang melengkapi fungsi MCB konvensional.

Fokus pada Kebutuhan Pasar

Ketua Tim Pengembang Hi-VITS, Khoirul Anam, yang juga mahasiswa Magister Teknik Elektro ITS, menegaskan bahwa keberhasilan

sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, proses validasi produk dan kebutuhan pasar menjadi salah satu fokus utama dalam pengembangan Hi-VITS.

Baca Juga: Ini Kata Pemprov Jatim Terkait Pencairan Gaji ke-13 dan Ke-14 ASN

“Validasi produk dan pasar menjadi hal penting agar inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat diterima dan digunakan secara luas,” kata Khoirul.

Melalui inovasi ini, mahasiswa ITS berharap dapat menghadirkan solusi keselamatan kelistrikan yang lebih efektif sekaligus membantu menekan angka kebakaran yang disebabkan oleh gangguan instalasi listrik di Indonesia.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Hi-VITS #Miniature Circuit Breaker #its #kebakaran