RADAR SURABAYA – Fenomena astronomi langka Blue Moon akan menghiasi langit malam pada Minggu, 31 Mei 2026. Meski namanya mengandung kata "blue" atau biru, fenomena ini tidak membuat bulan berubah warna menjadi biru.
Blue Moon merupakan salah satu peristiwa langit yang cukup jarang terjadi dan selalu menarik perhatian para pengamat astronomi di berbagai belahan dunia.
Masyarakat Indonesia pun berkesempatan menyaksikan fenomena tersebut tanpa memerlukan teleskop atau peralatan khusus, asalkan cuaca mendukung.
Fenomena ini diperkirakan menjadi salah satu momen terbaik untuk menikmati keindahan langit malam menjelang pergantian bulan Mei ke Juni 2026.
Apa Itu Blue Moon?
Mengutip National Aeronautics and Space Administration (NASA), Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat, Blue Moon bukanlah bulan purnama yang berwarna biru.
Baca Juga: 31 Mei, Naik Suroboyo Bus hingga Parkir di Puluhan Titik di Surabaya Cuma Bayar Rp 733 Saja
Istilah ini digunakan untuk menyebut bulan purnama tambahan yang muncul dalam kondisi tertentu.
Dalam astronomi modern, terdapat dua definisi Blue Moon yang dikenal luas. Pertama adalah seasonal Blue Moon, yakni bulan purnama ketiga dalam satu musim astronomi yang memiliki empat kali bulan purnama.
Sementara itu, definisi yang lebih populer adalah monthly Blue Moon, yaitu bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender yang sama.
Fenomena yang akan terjadi pada 31 Mei 2026 termasuk kategori monthly Blue Moon.
Mengapa Blue Moon Terjadi pada Mei 2026?
Blue Moon muncul karena siklus fase bulan yang berlangsung sekitar 29,5 hari. Pada Mei 2026, bulan purnama pertama telah terjadi pada awal bulan.
Dengan jarak waktu tersebut, bulan purnama kedua kembali muncul pada akhir Mei, sehingga dalam satu bulan kalender terjadi dua kali fase purnama.
Menurut data Time and Date, puncak Blue Moon akan berlangsung pada 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC.
Di Indonesia, bulan purnama dapat mulai diamati setelah matahari terbenam sekitar pukul 17.30 hingga 18.00 waktu setempat.
Jika kondisi langit cerah, Blue Moon akan tampak terang sepanjang malam dan dapat diamati dengan mata telanjang.
Asal-usul Nama Blue Moon
Meski dikenal luas, asal-usul istilah Blue Moon masih menjadi perdebatan di kalangan ahli.
Salah satu teori menyebut istilah tersebut berasal dari peristiwa letusan gunung berapi besar pada masa lalu.
Baca Juga: Luis Enrique: Motivasi PSG Pertahankan Gelar Lebih Besar daripada Ambisi Arsenal Raih Trofi Perdana
Abu vulkanik yang tersebar di atmosfer diduga membuat bulan tampak kebiruan, sehingga muncul istilah Blue Moon.
Teori lain menyatakan bahwa istilah tersebut telah digunakan selama lebih dari 400 tahun dalam bahasa Inggris untuk menggambarkan sesuatu yang sangat jarang terjadi.
Dari sinilah lahir ungkapan populer "once in a blue moon", yang berarti kejadian yang sangat langka atau jarang terjadi.
Seberapa Langka Fenomena Blue Moon?
Meski tidak tergolong sangat langka, Blue Moon tidak terjadi setiap tahun.
NASA menyebut fenomena monthly Blue Moon maupun seasonal Blue Moon rata-rata hanya muncul sekali dalam dua hingga tiga tahun.
Data Time and Date menunjukkan bahwa dalam rentang tahun 1550 hingga 2650 terdapat sekitar 456 monthly Blue Moon dan 408 seasonal Blue Moon.
Frekuensi tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan bulan purnama biasa yang terjadi setiap bulan, sehingga Blue Moon tetap dianggap sebagai fenomena astronomi istimewa.
Apakah Blue Moon Akan Berwarna Biru?
Blue Moon pada 31 Mei 2026 akan terlihat sama seperti bulan purnama pada umumnya. Warna bulan akan tampak putih keperakan atau sedikit kekuningan, tergantung kondisi atmosfer dan lokasi pengamatan.
Menurut NASA, bulan yang benar-benar terlihat berwarna biru merupakan fenomena yang sangat jarang terjadi.
Kondisi tersebut biasanya dipicu oleh keberadaan partikel tertentu di atmosfer, seperti asap kebakaran hutan atau abu vulkanik, yang memengaruhi penyebaran cahaya.
Karena itu, masyarakat yang ingin menyaksikan Blue Moon tidak perlu berharap melihat bulan berwarna biru, melainkan menikmati momen langka ketika dua kali bulan purnama terjadi dalam satu bulan kalender.
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon di Indonesia
Pengamatan Blue Moon dapat dilakukan pada malam Minggu, 31 Mei 2026, sesaat setelah matahari terbenam.
Lokasi dengan minim polusi cahaya seperti daerah pegunungan, pantai, atau kawasan pedesaan akan memberikan pengalaman terbaik untuk menikmati fenomena ini.
Selain tidak membutuhkan teleskop, Blue Moon juga dapat diabadikan menggunakan kamera ponsel dengan mode malam atau kamera digital berfitur zoom.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan