RADAR SURABAYA – Di tengah lesunya industri otomotif roda empat, produsen mobil asal Korea Selatan, KIA, justru kembali melakukan penetrasi pasar di Jawa Timur. Langkah ini dilakukan setelah distribusi merek tersebut diambil alih langsung oleh prinsipal pusat, dengan harapan mampu merebut kembali sebagian pangsa pasar di provinsi ini.
President Director KIA Azimut Group Rudy Surjanto menjelaskan, tahun ini menjadi salah satu tonggak penting bagi penjualan KIA di Indonesia.
Pasalnya, perusahaan melakukan perombakan total sistem distribusi dan ritel di Tanah Air setelah hak agen tunggal pemegang merek (ATPM) diambil alih oleh KIA Corporation di Korea Selatan. Sebelumnya, status ATPM dipegang oleh Indomobil Group.
“Kami yakin menjadi dealer untuk wilayah Jatim karena mata rantainya lebih pendek. Dari Korea Selatan langsung ke Indonesia,” ujarnya saat temu media di Surabaya, Senin (20/4).
Baca Juga: Pendekatan Pemkot Surabaya Berhasil, Kasus Kenakalan Remaja Berkurang Drastis
Rudy mengakui, tahun ini menjadi tantangan berat bagi industri otomotif nasional. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memproyeksikan penjualan mobil tahun ini stagnan dibanding tahun lalu. Kondisi itu dipengaruhi tekanan ekonomi serta volatilitas akibat krisis geopolitik global.
Namun, menurut dia, era disrupsi justru bisa menjadi momentum tepat untuk melakukan penetrasi pasar. Sebab, pada periode fluktuatif biasanya terjadi pergeseran perilaku pasar. Pihaknya berharap bisa mengambil sebagian pangsa pasar di tengah perubahan tersebut.
Baca Juga: Gegara Memakai Baju dengan Logo Perguruan Lain, Enam Pesilat Keroyok dan Sabet Pemuda di Surabaya
“Kuenya diprediksi sama tahun ini. Tapi, pelaku industrinya makin banyak. Mau tidak mau, fokus perusahaan bukan hanya bicara market share, tetapi bagaimana meningkatkan volume penjualan,” jelasnya.
Mengacu data Gaikindo, penjualan ritel KIA sepanjang 2025 saat masih ditangani Indomobil Group mencapai 273 unit. Artinya, rata-rata penjualan bulanan berada di angka 22 unit. Penjualan tertinggi terjadi pada Februari dan Maret dengan masing-masing 40 unit. Saat itu, KIA menempati peringkat ke-40 dari 48 merek di bawah naungan Gaikindo.
Baca Juga: Rencana Efisiensi Anggaran Pemkot Surabaya, DPRD Minta Kebijakan Harus Efektif
Sementara selama kuartal I 2026, KIA Indonesia mencatat rata-rata penjualan 48 unit per bulan. Rekor sementara terjadi pada Januari dengan 65 unit. Dalam periode tersebut, posisi KIA naik ke peringkat ke-34.
“Salah satu kelebihan dari penanganan langsung jelas soal harga. Kami yakin value for money kami bisa lebih bersaing setelah perubahan ini,” ujarnya.
Saat ditanya soal segmen andalan, Rudy menegaskan bahwa pasar utama yang dibidik adalah segmen keluarga, karena merupakan pasar terbesar di Indonesia. Karena itu, dua produk yang pertama kali dikenalkan kembali adalah MPV crossover kelas compact dan medium.
Ia berharap, dengan desain modern dan fitur lengkap, masyarakat Jawa Timur tertarik memilih produk KIA.
“Saya sudah mendengar dari prinsipal. Rencana meluncurkan berbagai produk, baik ICE maupun EV, akan terus dilakukan selama beberapa tahun ke depan,” pungkasnya. (bil/vga)
Editor : Vega Dwi AristaSumber : radar sidoarjo