RADAR SURABAYA - Di tengah gaya hidup serba cepat dan digital, kebutuhan akan layanan darurat yang praktis dan instan makin tinggi. Studi dari Google Indonesia (Think with Google, 2023) menunjukkan bahwa 83% pengguna internet lebih memilih layanan yang bisa dipesan lewat chat, sementara 1 dari 2 pengguna enggan menginstal aplikasi baru hanya untuk kebutuhan satu kali.
Melihat perubahan perilaku digital ini, Garasi.id meluncurkan Towing Express, sebuah solusi derek kendaraan darurat yang bisa langsung dipesan melalui WhatsApp di 0815- 2255-0888 atau website www.garasi.id.
Tanpa perlu login, mengunduh aplikasi, atau antre panjang, pengguna cukup kirim pesan dan teknisi akan segera dikirim ke lokasi.
“Kami ingin memastikan bahwa bantuan derek bisa diakses sepraktis memesan makanan. Saat pengguna sedang panik karena kendaraan mogok atau ban pecah, mereka tidak seharusnya dibebani proses rumit. Cukup buka WhatsApp, kirim lokasi, dan tim kami langsung bergerak,” ujar Ardyanto Alam, CEO Garasi.id.
Towing Express dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan pengguna modern, terutama generasi muda yang terbiasa hidup instan dan digital-first.
Layanan ini tidak hanya cepat, tapi juga ramah untuk siapa pun, tidak membutuhkan langganan layanan tertentu, keanggotaan, atau kepemilikan polis asuransi.
Dengan respons cepat, sistem pemantauan real-time, dan update lokasi teknisi, pengguna bisa tetap tenang meskipun situasi tidak ideal. Layanan ini menjangkau wilayah Jabodetabek dan akan diperluas ke kota-kota besar lainnya.
“Kami percaya bahwa akses ke layanan darurat seharusnya tidak eksklusif. Semua orang, bahkan yang baru pertama kali mengalami mogok di jalan, berhak mendapatkan bantuan tanpa ribet. Ini tentang menjadikan bantuan jalan lebih inklusif dan mudah dijangkau siapa pun,” tambah Ardy.
Di sisi lain, semakin banyak pengendara yang mengandalkan smartphone untuk navigasi, komunikasi, atau memesan layanan darurat seperti Towing Express.
Namun, Garasi.id mengingatkan pentingnya tetap mengutamakan keselamatan saat menggunakan perangkat digital di dalam kendaraan.
Menurut Ardy Alam, pengendara sebaiknya tidak menggunakan smartphone secara konvensional saat kendaraan sedang berjalan, termasuk menelpon langsung dari tangan atau mengetik pesan sambil mengemudi. Ini tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga pengguna jalan lain.
“Gunakan fitur Bluetooth, Apple CarPlay, atau Android Auto untuk mengakses aplikasi secara aman. Pastikan juga smartphone ditempatkan di dudukan khusus di dasbor agar tetap dalam jangkauan pandang tanpa mengganggu konsentrasi. Yang paling penting, jika harus mengoperasikan perangkat, pinggirkan kendaraan terlebih dahulu,” tutup Ardy.
Garasi.id juga mendorong pengguna untuk mengatur pesan otomatis saat berkendara agar tidak tergoda membalas chat.
Layanan seperti Towing Express memang bisa dipesan lewat WhatsApp, namun keselamatan di jalan harus selalu menjadi prioritas utama. (nin/nur)
Editor : Nurista Purnamasari