RADAR SURABAYA - Popularitas DeepSeek, perusahaan AI asal China, melonjak pesat sejak awal 2025. Namun, para petingginya jarang tampil di depan publik.
Baru-baru ini, Chen Deli, peneliti senior DeepSeek, hadir di World Internet Conference mewakili CEO Liang Wenfeng dan memberikan peringatan serius tentang masa depan kecerdasan buatan.
Chen duduk bersama eksekutif dari lima perusahaan teknologi China lainnya yang dijuluki “enam naga kecil” AI.
Dalam diskusi tersebut, ia menekankan bahwa meski AI saat ini membantu pekerjaan manusia, dalam 10–20 tahun ke depan teknologi ini bisa semakin pintar dan berpotensi merebut sebagian besar pekerjaan.
Chen menilai saat ini manusia dan mesin masih berada dalam “fase bulan madu” karena AI memiliki banyak keterbatasan.
Namun, ia memperingatkan bahwa sebagian besar pekerjaan dapat diotomatisasi di masa depan.
“Dalam 10–20 tahun ke depan, AI dapat mengambil alih semua pekerjaan manusia dan masyarakat akan menghadapi tantangan besar. Pada saat itu perusahaan teknologi harus mengambil peran sebagai ‘pembela’,” kata Chen, dikutip dari Reuters, Selasa (11/11).
Ia juga mendorong perusahaan AI untuk bertindak sebagai whistleblower dengan memperingatkan masyarakat tentang jenis pekerjaan yang berisiko hilang terlebih dahulu.
“Manusia pada akhirnya akan terbebas sepenuhnya dari pekerjaan, yang mungkin terdengar baik tapi sebenarnya akan mengguncang masyarakat ke akar-akarnya,” ujarnya.
Meski menyadari potensi ancaman, Chen menegaskan bahwa memperlambat atau menghentikan pengembangan AI bukanlah hal realistis karena insentif keuntungan yang besar.
DeepSeek sendiri berencana mengembangkan Artificial General Intelligence (AGI), AI super pintar dengan kemampuan setara manusia.
“Saya sangat positif tentang teknologi AI, tapi saya melihat dampak negatif yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat,” ungkap Chen Deli.
“Bahkan bisa dikatakan bahwa tanda keberhasilan revolusi AI adalah teknologi ini menggantikan sebagian besar pekerjaan manusia,” tambahnya.
Peringatan Chen Deli menyoroti dilema besar perkembangan AI, di satu sisi membawa efisiensi dan kemajuan, namun di sisi lain berpotensi mengguncang struktur sosial dengan hilangnya pekerjaan manusia.
Dengan rencana pengembangan AGI, DeepSeek dan perusahaan teknologi lainnya dituntut tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mengambil peran sebagai penjaga kepentingan masyarakat. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari