Radar Surabaya – Demi menjaga kerapian ruangan, banyak orang memilih menaruh router WiFi di belakang atau di bawah televisi. Namun, kebiasaan ini justru bisa mengganggu kualitas internet di rumah.
Menurut Tom’s Guide, router bekerja dengan menyebarkan sinyal nirkabel ke seluruh ruangan. Jika diletakkan di balik televisi, pancaran sinyal dapat terhambat bahkan terblokir. Akibatnya, koneksi melemah dan WiFi menjadi tidak stabil.
Agar sinyal tetap optimal, router sebaiknya ditempatkan di area terbuka, seperti meja, rak, atau sudut ruangan yang tidak terhalang benda besar. Pengguna juga disarankan menghindari posisi yang terlalu dekat dengan perangkat elektronik lain. Jika ruang terbatas, opsi lain adalah menggunakan router dengan jangkauan sinyal lebih kuat.
Dilansir Homes and Gardens, ada beberapa langkah sederhana untuk menjaga kestabilan WiFi.
Letakkan di tengah rumah, sinyal akan menyebar merata ke seluruh ruangan. Posisikan lebih tinggi karena sinyal cenderung turun, tempatkan router di atas meja, rak tinggi, atau pasang di dinding.
Dibutuhkan juga penggunaan dudukan khusus juga posisi tetap stabil, dudukan juga melindungi perangkat dari anak kecil maupun hewan peliharaan.
Selain penempatan, performa router juga perlu dipelihara. Salah satu caranya adalah dengan melakukan reboot secara berkala.
“Tidak ada jawaban yang sempurna atau ilmiah untuk pertanyaan ini. Secara umum, reboot router internet utama setiap beberapa bulan merupakan ide yang bagus,” ujar Rob Rohrman, Kepala TI di CompTIA.
Reboot tidak hanya membantu mengatasi koneksi lambat, tetapi juga menjaga keamanan jaringan. Consumer Report menjelaskan bahwa penyedia internet biasanya memberikan alamat IP sementara. Jika tidak diperbarui, koneksi bisa melambat. Dengan reboot, router akan mendapat alamat IP baru sehingga internet kembali lancar.
Langkah ini juga terbukti efektif melawan ancaman siber. Pada 2018, FBI sempat menganjurkan pengguna untuk merestart router setelah ditemukannya malware VPNFilter yang mampu mencuri data hingga memutus jaringan. Mematikan router dapat mengganggu kinerja malware, sementara pembaruan firmware dan restart ulang setelah update menjadi langkah tambahan untuk meningkatkan keamanan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan internet untuk belajar daring, bekerja dari rumah, hingga hiburan, kualitas koneksi harus dijaga. Penempatan router yang tepat, reboot berkala, serta pembaruan sistem keamanan menjadi kunci agar sinyal WiFi tetap stabil sekaligus aman dari potensi serangan peretas. (dwi/fir)
Editor : M Firman Syah