Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ketahui Ini Alasan Harga Mobil di Indonesia Lebih Mahal daripada di Thailand! Selisihnya Bisa Rp100 Juta Lebih

Jay Wijayanto • Sabtu, 13 Juli 2024 | 19:00 WIB

 

Seorang mekanik sedang memasang parts di pabrikan mobil di Thailand.
Seorang mekanik sedang memasang parts di pabrikan mobil di Thailand.

RADAR SURABAYA - Telah menjadi perbincangan publik bahwasanya harga mobil di Indonesia lebih mahal dibandingkan dengan negara tetangga yaitu Thailand.

Thailand menduduki peringkat pertama negara yang memiliki harga penjualan mobil termurah dibandingkan dengan negara lain di Asia Tenggara lainnya.

Dalam beberapa kondisi tertentu, seperti kenaikan harga bahan bakar pun, tidak menjatuhkan peringkat Thailand sebagai negara yang menjual mobil dengan harga termurah. Sehingga, Thailand dijuluki sebagai raja otomotif oleh banyak orang.

Hal tersebut mendukung ketertarikan berbagai brand otomotif dunia untuk mendirikan pabrik dan memproduksi di negara tersebut. Beberapa brand terkenal tersebut seperti Mitsubishi, Toyota, Ford bahkan Mazda.

Sehingga, dengan upaya tersebut industri otomotif Thailand tentu lebih berkembang jauh dibandingkan dengan Indonesia.

Perbedaan harga mobil yang signifikan antara Thailand dengan Indonesia ini membuat sebagian besar penduduk lokal merasa iri.

Bagaimana tidak, selisih harga pasaran mobil di berbagai brand pada kedua negara tersebut hampir mencapai Rp100 juta atau bahkan lebih.

Pada kondisi tersebut, tentu menimbulkan berbagai pertanyaan besar di benak masyarakat mengapa perbedaan selisih harga yang ditawarkan tersebut berjarak sangat jauh.

Beberapa pihak terkait menyampaikan bahwa terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab mahalnya harga pasaran mobil di Indonesia.

Beberapa faktor yang melatarbelakangi tingginya harga jual mobil di Indonesia, antara lain:

1. Kemudahan Impor

Thailand memperoleh keberhasilan di dunia otomotif didukung dengan regulasi impor yang dianggap memudahkan bagi investor untuk mendirikan dan mendistribusikan produknya di negara tersebut.

Kemudahan tersebut berupa pembebasan berbagai insentif seperti bea masuk impor dalam memasukkan berbagai bentuk bahan baku ke negara tersebut.

Sehingga, dengan pengurangan biaya impor menjadi suatu hal yang menguntungkan bagi investor yang ingin mengembangkan produknya di negara tersebut.

Hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi regulasi impor di Indonesia yang terkesan memberatkan investor.

Bea masuk impor yang tergolong mahal menjadi pertimbangan bagi banyak investor dalam jangka waktu panjang untuk masuk ke Indonesia.

2. Kebijakan Insentif Pajak

Besarnya insentif pajak terhadap kendaraan yang kurang kompetitif menyebabkan tingginya harga jual mobil di Indonesia. Thailand menerapkan regulasi pajak tersendiri bagi mobil yang sifatnya ramah lingkungan.

Apabila Indonesia dapat memberikan perluasan pada insentif kendaraan low emission vehicle maka perbedaan selisih harga pasaran mobil di Indonesia tidak akan berbeda jauh dengan negara lain khususnya Thailand.

Sehingga instrumen perpajakan menjadi faktor utama penyebab tingginya harga jual.

Indonesia saat ini hanya menerapkan pembebasan insentif pajak khususnya PPnBM pada kendaraan mobil model BEV (Battery Electric Vehicles).

Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah nomor 74 Tahun 2021 dan Permendagri nomor 6 Tahun 2023. Namun tidak dengan mobil ramah lingkungan lainnya seperti model hybrid yang rendah emisi ini masih dikenai pajak PPnBM berkisar 15% dari dasar pengenaan pajak.

Selain PPnBM, kebijakan pajak lain seperti PPN perlu mendapatkan perhatian lebih. Sehingga perlu perluasan kebijakan mengenai insentif seluruh model kendaraan ramah lingkungan.

3. Dukungan Pemerintah dan Subsidi

Berbagai bentuk dukungan dari pemerintah baik berupa subsidi atau fasilitas lainnya menjadi salah satu faktor penyebab tingginya harga jual mobil di dalam negeri.

Thailand menyediakan kawasan-kawasan industri yang mendukung kemudahan investor sehingga terdapat perlakuan khusus pada zona yang digunakan untuk investasi.

Hal tersebut mendorong minat dari investor untuk mengembangkan sektor otomotif pada berbagai skala. Sehingga di Indonesia perlu adanya pengembangan kawasan industri yang sesuai untuk sektor otomotif. (sal/mag/jay) 

Editor : Jay Wijayanto
#pabrikan otomotif #thailand #indonesia #Harga Mobil #Asia Tenggara