RADAR SURABAYA - Bekas gedung Bioskop Darmo di kawasan Jalan Pandegiling kini telah dibongkar dan berganti bangunan modern. Padahal, selama puluhan tahun gedung itu menjadi saksi masa kejayaan bioskop kelas menengah ke bawah.
Seiring berkembangnya kota hingga dekade 1950-an, kawasan Keputran dan Pandegiling dipenuhi permukiman masyarakat sehingga berbagai fasilitas umum dan hiburan bermunculan. Di antara tempat hiburan yang paling dikenal saat itu adalah Bioskop Purnama di dekat Pasar Keputran dan Bioskop Darmo di kawasan Pandegiling.
Bioskop Darmo memiliki tempat tersendiri di hati warga Surabaya. Meski bioskop-bioskop lain satu per satu tutup akibat perubahan zaman, gedung Bioskop Darmo masih berdiri selama puluhan tahun sebagai pengingat kejayaan bioskop rakyat. Namun, belum lama ini bangunan tersebut akhirnya dibongkar dan digantikan gedung baru yang lebih modern.
Baca Juga: Sebelum Ada RS Simpang, Sudah Ada Klinik Kesehatan Sejak Abad Ke-18 di Surabaya
Ahmad Fatah, warga Keputran, mengaku memiliki banyak kenangan di bioskop tersebut. Karena rumahnya tidak jauh dari lokasi, ia hampir setiap pekan datang menonton film.
"Dulu saya langganan nonton di Bioskop Darmo karena rumah saya tidak jauh dari situ," kenangnya.
Menurut Ahmad, suasana bioskop selalu hidup, terutama pada sore hingga malam hari. "Suasana dulu selalu ramai setiap sore dan malam. Apalagi malam Minggu, wah benar-benar seperti mau nonton pertandingan sepak bola saja," ujarnya sambil tertawa.
Pemerhati sejarah Surabaya, Nanang Purwono, mengatakan Bioskop Darmo merupakan salah satu bioskop legendaris yang pernah menjadi ikon hiburan masyarakat Surabaya.
"Bioskop Darmo adalah salah satu bioskop legendaris era tempo dulu yang terletak di kawasan Jalan Pandegiling, Surabaya. Bioskop ini sangat terkenal pada masanya karena sering memutar film-film India dan menggunakan kursi rotan yang sering kali meninggalkan sensasi gatal bagi para penontonnya," jelasnya.
Baca Juga: DPRD Soroti Kinerja Keuangan Pemkot Surabaya, Target Pendapatan Meleset hingga Rp 1 Triliun
Menurut Nanang, letaknya berada di sisi timur setelah melintasi Jalan Raya Darmo sehingga sangat mudah dijangkau masyarakat dari berbagai kawasan kota. Keberadaannya menjadikan Bioskop Darmo sebagai salah satu pusat hiburan rakyat di jantung Surabaya selama beberapa dekade.
Kini, bangunan fisiknya memang telah hilang. Namun, bagi ribuan warga Surabaya yang pernah menghabiskan masa kecil dan remajanya di sana, Bioskop Darmo tetap hidup dalam ingatan. Deretan kursi rotan, antrean panjang pembeli tiket, riuh penonton saat film India diputar, hingga ramainya malam Minggu menjadi bagian dari nostalgia yang tak tergantikan.
Perginya Bioskop Darmo menambah panjang daftar bangunan hiburan legendaris Surabaya yang hanya tersisa dalam foto dan kenangan. (*)
Editor : Lambertus Hurek