RADAR SURABAYA - Banyak orang mengenal Rumah Sakit Simpang sebagai salah satu rumah sakit legendaris di Surabaya. Namun, jauh sebelum bangunan itu berdiri, kawasan yang berada di dekat Kalimas ternyata telah menjadi lokasi layanan kesehatan sejak akhir abad ke-18.
Jejak layanan kesehatan di Surabaya ternyata telah dimulai jauh sebelum berdirinya Rumah Sakit Simpang atau CBZ Simpangsche Ziekenhuis pada awal 1900-an.
Di lokasi yang kini menjadi Plaza Surabaya Plaza telah berdiri sebuah klinik kesehatan yang menjadi embrio rumah sakit modern pertama di kawasan tersebut.
Baca Juga: Dindik Jatim MPLS SMA/SMK Bebas Perpeloncoan dan Perundungan
Pemerhati Sejarah Surabaya Nur Setiawan mengungkapkan, berdasarkan peta-peta lama peninggalan pemerintah kolonial, sejumlah klinik kesehatan telah tersebar di Surabaya sejak akhir abad ke-18.
"Di akhir abad ke-18, jika merujuk pada peta lama yang disusun pemerintah kolonial, terdapat beberapa klinik kesehatan di Surabaya. Klinik-klinik inilah yang kemudian menjadi cikal bakal rumah sakit di Surabaya," ujarnya.
Menurut Nur, fasilitas kesehatan itu berada di beberapa lokasi strategis, seperti di kawasan Benteng Surabaya atau Kampung Eropa dekat Jembatan Merah, Karang Tembok, hingga di tepian Kalimas yang kelak berkembang menjadi Rumah Sakit Simpang.
Keberadaan klinik di dekat Kalimas bukan tanpa alasan. Pada masa itu, sungai masih menjadi jalur transportasi utama masyarakat sehingga lokasi tersebut mudah dijangkau oleh warga maupun pendatang.
Selain melayani kebutuhan kesehatan masyarakat, klinik tersebut juga menjadi fasilitas penting bagi komunitas Eropa yang mulai banyak bermukim di Surabaya. Kondisi geografis kota yang masih didominasi rawa-rawa membuat berbagai penyakit tropis mudah berkembang, sehingga keberadaan layanan kesehatan menjadi kebutuhan mendesak.
Baca Juga: DPRD Soroti Kinerja Keuangan Pemkot Surabaya, Target Pendapatan Meleset hingga Rp 1 Triliun
Memasuki awal abad ke-19, perkembangan kawasan semakin pesat ketika Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels membangun Jalan Raya Pos Anyer–Panarukan yang melintasi Surabaya. Jalur darat itu membentang tepat di sisi selatan kawasan klinik sehingga akses menuju fasilitas kesehatan menjadi semakin mudah.
"Ketika Jalan Raya Pos dibangun, klinik kesehatan di dekat Kalimas menjadi lebih mudah dijangkau melalui jalur darat. Infrastruktur kesehatan memang sudah dirancang sejak awal agar bisa diakses masyarakat," kata Nur.
Dari embrio klinik tersebut, pemerintah Hindia Belanda kemudian mengembangkan Rumah Sakit Simpang pada awal abad ke-20. Rumah sakit itu sempat menjadi salah satu fasilitas kesehatan paling penting di Surabaya sebelum akhirnya ditutup dan lahannya bertransformasi menjadi kawasan pertokoan modern.
"Bisa dikatakan Rumah Sakit Simpang tidak muncul begitu saja. Ada embrio klinik kesehatan yang sudah berdiri di lokasi yang sama hampir satu abad sebelumnya. Kini bangunannya memang telah hilang karena modernisasi, tetapi jejak sejarahnya tetap menjadi bagian penting perjalanan Kota Surabaya," pungkasnya. (dim)
Editor : Lambertus Hurek