Radar Surabaya – Tanaman herbal tak hanya berfungsi sebagai penghias halaman atau bumbu dapur. Sejumlah jenis tanaman juga dapat dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk alami karena memiliki aroma yang tidak disukai serangga tersebut.
Keberadaan nyamuk masih menjadi persoalan di banyak lingkungan permukiman. Selain menimbulkan rasa gatal akibat gigitan, nyamuk juga berpotensi menjadi pembawa berbagai penyakit, seperti demam berdarah, chikungunya, dan malaria.
Beberapa tanaman herbal diketahui mengeluarkan aroma khas yang mampu mengganggu kemampuan nyamuk dalam mendeteksi keberadaan manusia. Akibatnya, nyamuk cenderung menjauhi area di sekitar tanaman tersebut.
Jenis tanaman yang kerap dimanfaatkan sebagai pengusir nyamuk alami antara lain serai wangi, lavender, mint, kemangi, rosemary, geranium, selasih, dan zodia. Selain membantu mengurangi gangguan nyamuk, sebagian tanaman tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai bumbu masakan, tanaman obat keluarga, maupun penghias pekarangan.
Tanaman herbal dapat ditanam langsung di halaman rumah maupun menggunakan pot sehingga tetap cocok diterapkan pada hunian dengan lahan terbatas. Penempatannya disarankan berada di dekat pintu, jendela, atau ventilasi yang menjadi jalur masuk nyamuk.
Selain berfungsi sebagai pengusir serangga, kehadiran tanaman herbal juga memberikan nilai estetika. Lingkungan rumah menjadi lebih hijau, asri, dan nyaman, sementara perawatannya relatif mudah sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja.
Meski demikian, pemanfaatan tanaman herbal sebaiknya tetap dibarengi dengan upaya menjaga kebersihan lingkungan. Menguras tempat penampungan air, menutup wadah yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta menghilangkan genangan air tetap menjadi langkah utama dalam mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan nyamuk. (rin/fir)