Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bukan Sekadar Butiran Halus, Ini Proses Panjang Terbentuknya Pasir Pantai

M Firman Syah • Rabu, 10 Juni 2026 | 13:44 WIB
Hamparan pasir pantai terbentuk dari pelapukan batuan dan pecahan karang melalui proses alam yang berlangsung selama jutaan tahun. Foto: Ist.
Hamparan pasir pantai terbentuk dari pelapukan batuan dan pecahan karang melalui proses alam yang berlangsung selama jutaan tahun. Foto: Ist.

RADAR SURABAYA – Hamparan pasir menjadi salah satu daya tarik utama pantai. Namun, di balik bentuknya yang sederhana, pasir pantai ternyata menyimpan sejarah geologi yang sangat panjang.

Banyak orang mengira pasir hanyalah batuan yang hancur menjadi ukuran lebih kecil. Padahal, proses terbentuknya pasir melibatkan berbagai fenomena alam yang berlangsung selama jutaan tahun.

Para ahli geologi menjelaskan, pasir pantai umumnya berasal dari batuan yang mengalami pelapukan secara alami akibat paparan panas matahari, hujan, angin, serta aliran air. Proses tersebut secara perlahan menghancurkan batuan besar menjadi partikel-partikel kecil berukuran pasir.

Baca Juga: Awalnya Berasal dari Magma, Begini Proses Panjang Terbentuknya Batu di Bumi

Material hasil pelapukan kemudian terbawa aliran sungai menuju laut. Setelah menempuh perjalanan panjang, partikel tersebut mengendap di kawasan pesisir dan membentuk hamparan pasir yang kini menjadi bagian dari bentang alam pantai.

Tidak hanya berasal dari batuan daratan, sebagian pasir pantai juga terbentuk dari pecahan karang, cangkang kerang, dan sisa organisme laut yang hancur secara alami. Gelombang laut kemudian membantu menyebarkan material tersebut di sepanjang garis pantai.

Baca Juga: Fakta Menarik, Ini Penyebab Air Laut Asin Sedangkan Air Sungai Tetap Tawar

Karakter pasir pada setiap pantai juga tidak selalu sama. Ada pasir yang sangat halus, ada pula yang bercampur kerikil dan pecahan batuan. Perbedaan itu dipengaruhi oleh jenis material penyusunnya, kondisi geologi setempat, serta kekuatan ombak yang terus membentuk wilayah pesisir.

Warna pasir pun beragam. Pasir berwarna cokelat atau kekuningan yang umum ditemukan berasal dari kandungan mineral kuarsa dan feldspar. Sementara pasir hitam banyak dijumpai di kawasan yang dipengaruhi aktivitas vulkanik karena terbentuk dari pelapukan material lava gunung api.

Baca Juga: Alasan Satu Tahun Terdiri dari 12 Bulan, Ternyata Berasal dari Astronomi dan Sejarah Kuno

Di sejumlah wilayah tropis, pantai berpasir putih terbentuk dari pecahan karang mati dan cangkang organisme laut. Bahkan, beberapa pantai di dunia memiliki pasir berwarna hijau yang berasal dari mineral olivin yang terkandung dalam batuan vulkanik tertentu.

Karena itu, pasir pantai bukan sekadar kumpulan butiran halus yang terbawa ombak. Setiap butirnya merupakan hasil proses alam yang berlangsung sangat lama dan menjadi saksi perjalanan geologi bumi selama jutaan tahun. (rin/fir)

Editor : M Firman Syah
#organisme laut #batuan #pantai #geologi #pasir