
RADAR SURABAYA – Batu merupakan salah satu benda yang paling mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Mulai dari tepian sungai, kawasan pegunungan, hingga halaman rumah, batu hadir dalam berbagai bentuk dan ukuran.
Namun, di balik tampilannya yang keras dan padat, batu ternyata memiliki perjalanan panjang sebelum terbentuk seperti yang terlihat saat ini. Para ilmuwan menjelaskan bahwa sebagian besar batuan berawal dari material cair panas di dalam perut bumi yang dikenal sebagai magma.
Ketika magma mengalami pendinginan, material tersebut perlahan mengeras dan membentuk batuan. Proses inilah yang menjadi tahap awal terbentuknya batuan di bumi.
Batuan yang berasal dari pembekuan magma disebut batuan beku. Jika proses pendinginan terjadi di bawah permukaan bumi, batuan yang terbentuk umumnya berupa granit. Sementara magma yang keluar melalui aktivitas gunung api dan membeku di permukaan dapat menghasilkan batuan seperti basal dan andesit.
Perjalanan batuan tidak berhenti sampai di situ. Seiring waktu, batuan akan mengalami pelapukan akibat pengaruh hujan, angin, perubahan suhu, maupun aliran air.
Material hasil pelapukan kemudian terbawa ke berbagai lokasi dan mengendap dalam lapisan-lapisan sedimen. Setelah mengalami tekanan dalam waktu yang sangat lama, endapan tersebut memadat dan berubah menjadi batuan sedimen.
Selain itu, tekanan dan suhu tinggi di dalam bumi juga dapat mengubah batuan menjadi jenis baru yang disebut batuan metamorf. Pada proses ini, struktur dan komposisi mineral batuan mengalami perubahan tanpa harus melebur menjadi cair terlebih dahulu.
Dalam kondisi tertentu, batuan metamorf bahkan dapat meleleh kembali dan berubah menjadi magma. Karena itu, para ahli geologi menyebut proses pembentukan batuan sebagai siklus batuan yang berlangsung terus-menerus di alam.
Konsep siklus batuan pertama kali diperkenalkan oleh ahli geologi asal Skotlandia, James Hutton pada abad ke-18. Melalui teorinya, ia menjelaskan bahwa batuan di bumi selalu mengalami perubahan dan pembentukan ulang dalam rentang waktu yang sangat panjang.
Meski tampak sederhana, batu yang ada di sekitar manusia saat ini merupakan hasil dari serangkaian proses geologi yang berlangsung selama jutaan hingga miliaran tahun. (rin/fir)
Editor : M Firman Syah