RADAR SURABAYA – Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa langit tampak berwarna biru saat siang hari? Padahal, cahaya matahari yang menyinari Bumi sebenarnya berwarna putih dan terdiri dari berbagai warna yang membentuk spektrum pelangi.
Fenomena ini terjadi karena interaksi antara cahaya matahari dan atmosfer Bumi. Cahaya putih yang dipancarkan Matahari tersusun atas berbagai warna dengan panjang gelombang yang berbeda-beda, mulai dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, hingga ungu.
Warna merah dan jingga memiliki panjang gelombang yang lebih panjang, sedangkan biru dan ungu memiliki panjang gelombang yang lebih pendek. Ketika cahaya matahari memasuki atmosfer Bumi, cahaya tersebut bertemu dengan molekul gas seperti nitrogen dan oksigen yang tersebar di udara.
Baca Juga: Blue Moon Muncul 31 Mei 2026, Fenomena Bulan Purnama Langka yang Bisa Disaksikan dari Indonesia
Saat bertabrakan dengan molekul-molekul tersebut, cahaya dengan panjang gelombang pendek akan lebih mudah dihamburkan ke berbagai arah dibandingkan cahaya dengan panjang gelombang panjang. Proses ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh.
Karena cahaya biru memiliki panjang gelombang pendek dan tersebar lebih efektif di atmosfer, warna inilah yang paling banyak mencapai mata manusia dari berbagai arah. Akibatnya, langit tampak berwarna biru saat cuaca cerah.
Lalu mengapa langit tidak berwarna ungu, padahal warna ungu memiliki panjang gelombang yang lebih pendek daripada biru? Para ilmuwan menjelaskan bahwa Matahari memancarkan cahaya biru lebih banyak dibandingkan ungu. Selain itu, mata manusia juga lebih sensitif terhadap warna biru daripada ungu, sehingga warna biru terlihat lebih dominan.
Baca Juga: Fenomena Langka: Matahari Tepat di Atas Ka'bah Bertepatan Hari Arafah 2026
Fenomena yang sama juga menjelaskan mengapa langit berubah menjadi kemerahan saat matahari terbit dan terbenam. Pada waktu tersebut, cahaya matahari harus menempuh jalur atmosfer yang lebih panjang sebelum mencapai mata manusia.
Dalam perjalanan itu, sebagian besar cahaya biru telah lebih dulu dihamburkan ke berbagai arah. Akibatnya, warna merah dan jingga yang memiliki panjang gelombang lebih panjang menjadi lebih dominan dan terlihat jelas di langit.
Karena itu, warna biru yang terlihat setiap hari bukan berasal dari langit itu sendiri, melainkan hasil interaksi cahaya matahari dengan atmosfer Bumi yang menciptakan pemandangan indah di atas kepala kita. (nor/fir)
Editor : M Firman Syah