Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengapa Tempe Murah di Indonesia tetapi Mahal di Luar Negeri

M Firman Syah
Penulis: M Firman Syah❯
Mengapa Tempe Murah di Indonesia tetapi Mahal di Luar Negeri. Foto: Ist.
Mengapa Tempe Murah di Indonesia tetapi Mahal di Luar Negeri. Foto: Ist.

Advertisement

Radar Surabaya – Tempe telah lama menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Mudah ditemukan di warung makan hingga pasar tradisional, olahan fermentasi kedelai ini dikenal sebagai sumber protein yang bergizi dengan harga yang terjangkau.

Namun, kondisinya berbeda di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa, hingga Jepang. Di berbagai supermarket, tempe justru dipasarkan sebagai produk pangan premium dengan harga yang bisa berkali-kali lipat lebih mahal dibandingkan di Indonesia.

Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari perubahan segmentasi pasar, proses produksi, hingga rantai distribusi yang lebih kompleks.

Advertisement

Di Indonesia, tempe diproduksi secara luas oleh ribuan industri rumahan sehingga pasokannya melimpah dan harganya relatif murah. Sebaliknya, di luar negeri tempe dipasarkan sebagai alternatif pangan sehat bagi kalangan vegan, vegetarian, maupun konsumen yang menerapkan gaya hidup sehat. Pergeseran citra tersebut membuat nilai jual tempe meningkat.

Selain itu, tempe juga dikenal sebagai salah satu sumber protein nabati yang kaya nutrisi. Kandungan protein, serat, asam amino esensial, serta berbagai vitamin menjadikannya banyak diminati sebagai bagian dari pola makan berbasis nabati.

Faktor lain yang memengaruhi harga adalah proses produksi. Tempe dibuat melalui fermentasi menggunakan kapang Rhizopus oligosporus yang membutuhkan suhu dan kelembapan tertentu. Di negara beriklim dingin, produsen harus menggunakan ruang fermentasi dengan pengaturan suhu khusus sehingga biaya produksi menjadi lebih tinggi.

Advertisement

Tidak hanya itu, bahan baku, biaya energi, distribusi, hingga standar keamanan pangan yang ketat turut menambah biaya produksi. Banyak produsen juga harus memenuhi berbagai persyaratan seperti sertifikasi keamanan pangan, sertifikasi organik, maupun standar produk nonrekayasa genetika (non-GMO) agar dapat dipasarkan.

Rantai pasok yang lebih panjang, termasuk biaya impor bahan baku maupun distribusi produk, ikut memengaruhi harga jual tempe di pasar internasional.

Perbedaan harga tersebut menunjukkan bahwa nilai suatu produk pangan tidak hanya ditentukan oleh bahan bakunya, tetapi juga dipengaruhi oleh biaya produksi, kondisi geografis, permintaan pasar, serta standar regulasi di masing-masing negara. Di Indonesia, tempe tetap menjadi pangan bergizi yang terjangkau, sementara di pasar global produk ini semakin dikenal sebagai makanan sehat bernilai tinggi. (nor/fir)

Advertisement

Artikel Terkait

Impor Kedelai Jatim Meledak 23,8%, Harga Tahu Tempe Terancam Naik?

Impor Kedelai Jatim Meledak 23,8%, Harga Tahu Tempe Terancam Naik?

Impor kedelai Jawa Timur naik 23,8 persen pada awal 2026 akibat tingginya harga global dan penguatan dolar AS. Disperindag Jatim perketat pengawasan distribusi.

Manchester City vs Crystal Palace 3-0: City Tempel Arsenal, Peluang Juara Masih Terbuka

Manchester City vs Crystal Palace 3-0: City Tempel Arsenal, Peluang Juara Masih Terbuka

Manchester City menang 3-0 atas Crystal Palace lewat gol Semenyo, Marmoush, dan Savinho, memangkas jarak dengan Arsenal jadi dua poin dalam perburuan gelar Liga Inggris.

Biji Pepaya Bisa Dimakan Tapi Ada Hal yang Perlu Diwaspadai

Biji Pepaya Bisa Dimakan Tapi Ada Hal yang Perlu Diwaspadai

Biji pepaya yang biasanya dibuang ternyata dapat dikonsumsi dan mengandung berbagai senyawa. Namun, penelitian pada hewan dan laboratorium menunjukkan adanya potensi efek tertentu pada dosis tinggi. Karena bukti keamanan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer