Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ilmuwan Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar dengan Energi Matahari

M Firman Syah • Senin, 4 Mei 2026 | 09:48 WIB
Baru: Energi Matahari Ubah Sampah Plastik jadi  Bahan Bakar.
Baru: Energi Matahari Ubah Sampah Plastik jadi Bahan Bakar.

SURABAYA – Upaya mengatasi persoalan limbah plastik sekaligus krisis energi bersih terus berkembang. Terbaru, ilmuwan berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dengan memanfaatkan energi matahari. Inovasi ini dinilai sebagai terobosan yang menggabungkan solusi lingkungan dan energi dalam satu pendekatan.

Riset tersebut dikembangkan oleh tim dari University of Adelaide yang dipimpin kandidat PhD, Xiao Lu. Mereka mengembangkan teknologi berbasis fotokatalis untuk mengubah limbah plastik menjadi hidrogen, syngas, dan bahan kimia industri bernilai tinggi. Studi ini dipublikasikan pada April 2026 sebagai bagian dari pengembangan energi terbarukan.

Setiap tahun, produksi plastik global mencapai lebih dari 500 juta ton. Namun, sebagian besar limbah tersebut berakhir mencemari lingkungan karena sulit terurai. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam pengelolaan sampah secara global.

Baca Juga: Harga Plastik Naik 40%, Daun Pisang Jadi Alternatif Murah dan Ramah Lingkungan

Di sisi lain, kebutuhan energi bersih terus meningkat seiring upaya menekan penggunaan bahan bakar fosil. Transisi energi menjadi agenda penting di berbagai negara untuk mengurangi emisi karbon. Karena itu, inovasi yang menggabungkan pengolahan limbah dan produksi energi dinilai sangat strategis.

“Jika kita dapat secara efisien mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar bersih menggunakan sinar matahari, kita dapat mengatasi tantangan polusi dan energi secara bersamaan,” ujar Xiao Lu.

Baca Juga: Surabaya Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah, Eri Cahyadi Tekankan Perhitungan Tongbin Berbasis Data

Teknologi yang digunakan dalam riset ini dikenal sebagai solar-driven photoreforming. Metode ini memanfaatkan cahaya matahari untuk mengaktifkan fotokatalis dalam memecah struktur plastik. Proses tersebut berlangsung pada suhu relatif rendah dan menghasilkan hidrogen tanpa emisi karbon.

Keunggulan metode ini terletak pada efisiensi energi yang lebih tinggi dibandingkan teknik konvensional. Plastik dinilai lebih mudah dioksidasi dibanding air, sehingga proses produksi bahan bakar menjadi lebih hemat energi. Hal ini membuka peluang penerapan dalam skala industri di masa depan.

Meski demikian, tantangan masih cukup besar. Peneliti lain, Xiaoguang Duan, menyoroti kompleksitas limbah plastik yang terdiri dari berbagai jenis dan mengandung aditif seperti pewarna serta stabilizer. Variasi ini membuat proses pengolahan sulit dilakukan secara konsisten.

Baca Juga: Beeswax Wrap, Alternatif Pembungkus Makanan Ramah Lingkungan Pengganti Plastik

Selain itu, pemisahan hasil akhir juga menjadi kendala teknis. Proses ini menghasilkan campuran gas dan cairan yang membutuhkan energi tambahan untuk pemurnian. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi agar lebih efisien dan ekonomis.

Para peneliti pun mendorong pengembangan lanjutan melalui desain katalis yang lebih kuat, rekayasa reaktor yang lebih efisien, serta sistem pemantauan yang lebih canggih. Dengan penyempurnaan tersebut, teknologi ini diharapkan dapat menjadi solusi nyata bagi krisis sampah plastik dan kebutuhan energi bersih di masa depan. (she/fir)

Editor : M Firman Syah
#teknologi lingkungan #fotokatalis #energi matahari #hidrogen #sampah plastik