Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bendungan Karet Gubeng Surabaya, Bergaya Eropa yang Masih Kokoh dan Berfungsi hingga Kini

Lambertus Hurek • Sabtu, 2 Mei 2026 | 07:02 WIB
Bendungan karet di Gubeng Surabaya masih berfungsi dengan baik. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
Bendungan karet di Gubeng Surabaya masih berfungsi dengan baik. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

 

RADAR SURABAYA - Bendungan Karet Gubeng atau yang dahulu dikenal sebagai De Sluizen Van Goebeng Soerabaia menjadi salah satu bangunan peninggalan kolonial Belanda yang masih berdiri kokoh dan berfungsi hingga saat ini di Kota Surabaya. Terletak di kawasan Jalan Pemuda, bangunan berarsitektur Eropa tersebut tetap menjadi ikon bersejarah sekaligus infrastruktur pengendali air penting bagi Kota Pahlawan.

Pegiat sejarah Surabaya Nur Setiawan menjelaskan, Bendungan Karet Gubeng dibangun untuk mengatur pembagian debit air di aliran Sungai Kalimas melalui sistem buka tutup pintu air. Fungsi utamanya adalah mengendalikan kelebihan debit air agar wilayah Surabaya Utara terhindar dari banjir.

Baca Juga: Sejarah Hari Pendidikan Nasional: Dari Perjuangan Ki Hadjar Dewantara hingga Penetapan 2 Mei

“Dam ini dibangun saat itu agar wilayah Surabaya Utara tidak banjir,” ujar pria yang akrab disapa Wawan tersebut.

Menurut Wawan, pembangunan dam tersebut menunjukkan betapa seriusnya pemerintah kolonial Belanda dalam menata kawasan perkotaan Surabaya. Saat itu, Belanda membangun banyak infrastruktur permanen dengan material berkualitas tinggi karena menganggap penjajahannya akan berlangsung lama di Indonesia.

Karena itu, Bendungan Karet Gubeng dirancang dengan konstruksi kuat serta gaya arsitektur megah khas Eropa yang masih dapat dinikmati hingga sekarang.

Baca Juga: Lando Norris Raih Pole Sprint GP Miami 2026, Cuaca Ekstrem Ancam Balapan Formula One

Tak hanya berfungsi sebagai pengendali banjir, Bendung Karet Gubeng pada masa lalu juga mendukung aktivitas perdagangan melalui jalur sungai. Kala itu, perahu pengangkut barang masih dapat melintasi Kalimas karena tinggi permukaan air di sisi utara dan selatan relatif seimbang.

“Dulu bisa dilalui karena air masih tinggi. Sehingga antara sisi utara dan selatan sama tinggi debit airnya,” jelasnya.

Vitalnya fungsi Bendungan Karet Gubeng dalam sistem tata air Surabaya sempat membuat bangunan ini menjadi target penghancuran pada masa perjuangan kemerdekaan. Saat itu, pejuang Indonesia sempat berencana merobohkan dam untuk membanjiri wilayah Surabaya Utara yang menjadi pusat pemerintahan Belanda.

Namun rencana tersebut urung dilakukan. “Untungnya ide tersebut tidak dilaksanakan, sehingga kita bisa melihat keindahan dam ini,” pungkas Wawan. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#bendungan karet #bendungan gubeng #dam gubeng #surabaya utara #banjir