Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lindungi Akses Sungai Kalimas, Benteng Kedung Cowek Bukti Pertahanan Berlapis Surabaya

Rahmat Sudrajat • Senin, 27 April 2026 | 17:29 WIB
Benteng Kedung Cowek di Kenjeran Surabaya masih kokoh. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)
Benteng Kedung Cowek di Kenjeran Surabaya masih kokoh. (Rahmat Sudrajat/Radar Surabaya)

 

RADAR SURABAYA - Pada masa silam, Kota Surabaya dikenal sebagai kawasan yang dikelilingi berbagai bangunan benteng yang berfungsi sebagai sistem pertahanan utama melawan penjajah. Salah satu peninggalan bersejarah yang memiliki nilai strategis tinggi adalah Benteng Kedung Cowek.

Tempat ini tercatat sebagai lokasi pertama kali digunakan meriam penangkis serangan udara saat rakyat Surabaya berjuang menghadapi kedatangan tentara Sekutu.

Nanang Purwono, pemerhati sejarah kota, mengatakan bahwa kemampuan para pejuang lokal dalam mengoperasikan persenjataan berat menjadi ciri khas tersendiri dalam sejarah perjuangan kota ini.

 Baca Juga: PGN Jaga Kinerja Solid di Kuartal I 2026 dengan Fokus Layanan Domestik dan Disiplin Keuangan

“Meski pejuang-pejuang Surabaya ini tidak menamakan dirinya sebagai pasukan artileri, namun kemampuan menggunakan persenjataan artileri ini menjadi identitas tersendiri buat mereka,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa konstruksi bangunan Benteng Kedung Cowek memiliki kemiripan dengan benteng lain yang pernah berdiri di jantung kota, yakni Fort Prins Hendriks. Benteng tersebut dulunya berada di tepian Sungai Kalimas, tepatnya di kawasan yang kini dikenal sebagai Kampung Benteng.

“Benteng yang pernah berdiri di tepian Kalimas di dalam kota Surabaya ini bernama Fort Prins Hendriks. Benteng ini dibangun pada tahun 1838 dan dibongkar tahun 1895. Dalam perjalanannya, benteng ini pernah difungsikan sebagai penjara wanita dan pada masa akhirnya dijadikan gudang penyimpanan peluru,” jelas Nanang.

Ia menambahkan, fungsi terakhir Fort Prins Hendriks memiliki kesamaan dengan peran yang dijalankan oleh Benteng Kedung Cowek. Namun nasib keduanya berbeda, di mana benteng di pusat kota tersebut harus dibongkar seiring dengan perkembangan zaman dan kebutuhan penataan tata kota.

 Baca Juga: Baru Empat Bulan, Ditres PPA dan PPO Polda Jatim Terima 97 Laporan

“Dibanding dengan keberadaan Benteng Kedung Cowek, benteng ini relatif lebih aman dari pengaruh perkembangan kota. Lagi pula benteng ini masih dianggap strategis untuk dijadikan titik pertahanan, meski hanya berfungsi sebagai gudang peluru,” katanya.

Hingga saat ini, kondisi Benteng Kedung Cowek masih terjaga dan relatif jauh dari sentuhan modernisasi kota. Satu-satunya pembangunan besar di sekitar kawasan tersebut adalah Jembatan Suramadu yang berdiri megah tepat di sisi barat lokasi benteng.

 Nanang menyebutkan bahwa posisi Benteng Kedung Cowek memang dirancang dengan perhitungan yang matang. Lokasinya dianggap sangat strategis karena pada masa itu, akses utama menuju ke dalam Kota Surabaya sebagian besar dilalui melalui aliran Sungai Kalimas.

 "Sungguh suatu bentuk sistem pertahanan yang berlapis dan terencana dengan baik bagi kota kita ini,” pungkasnya. (*) 

Editor : Lambertus Hurek
#fort hendrik #pertahanan berlapis #Kampung Benteng #surabaya #benteng kedung cowek