Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Rumah Sakit Simpang: Saksi Bisu Ribuan Korban Pertempuran Surabaya, Kini Jadi Pusat Perbelanjaan Terkenal

Mus Purmadani • Jumat, 27 Maret 2026 | 16:25 WIB
MEGAH: Rumah Sakit (RS) Simpang Surabaya ketika masih berdiri, kini menjadi pusat perbelanjaan Delta Plaza. (IST)
MEGAH: Rumah Sakit (RS) Simpang Surabaya ketika masih berdiri, kini menjadi pusat perbelanjaan Delta Plaza. (IST)

RADAR SURABAYA - Pertempuran Surabaya 10 November 1945 tidak hanya tercatat sebagai simbol heroisme rakyat, tetapi juga menyimpan jejak penting melalui peran rumah sakit yang menjadi saksi bisu dahsyatnya pertempuran.

Pegiat sejarah Kota Surabaya, Nanang Purwono, menjelaskan bahwa pertempuran tersebut merupakan bentuk perlawanan gigih rakyat Indonesia dalam menghadapi kembalinya penjajah pasca kemerdekaan.

Baca Juga: Sosiolog Unesa Sebut Urbanisasi di Surabaya Selalu Ada karena Ketimpangan Pembangunan Kota dan Desa

“Pertempuran Surabaya 10 November 1945 adalah simbol perlawanan gigih rakyat Indonesia di Surabaya dalam melawan kembalinya penjajah (Sekutu/Belanda) pasca-Proklamasi,” ujarnya, Jumat (27/3).

Ia menambahkan, peristiwa ini dipicu oleh tewasnya Brigjen A. W. S. Mallaby pada 30 Oktober 1945, yang sebelumnya didahului insiden perobekan bendera di Hotel Yamato pada 19 September 1945. Semangat perlawanan rakyat kian membara berkat orasi Bung Tomo.

“Rakyat bersama para pejuang, yang semangatnya dibakar orasi Bung Tomo, membuktikan kedaulatan bangsa dengan pengorbanan ribuan nyawa,” jelasnya.

Baca Juga: Misterius! Motor Raib di Gembong Sekolahan Surabaya, Gembok Pagar Masih Utuh

Di balik pertempuran besar tersebut, sejumlah rumah sakit memainkan peran vital dalam merawat para korban. 

Salah satu yang utama adalah Rumah Sakit  Simpang atau CBZ (Centrale Burgerlijke Ziekenhuis), yang saat itu menjadi pusat rujukan utama korban luka.

Kini, lokasi bekas rumah sakit tersebut telah berubah menjadi kawasan pusat perbelanjaan Delta Plaza di Jalan Pemuda. 

Baca Juga: Wagub Sebut Kebijakan WFH Dikecualikan Bagi ASN Jatim yang Bertugas di Bidang Ini

Meski bangunannya telah hilang, perannya tetap tercatat dalam sejarah.

Selain itu, RKZ Surabaya atau Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo juga menjadi tempat krusial bagi perawatan korban. 

Begitu pula Rumah Sakit Marinir yang kini dikenal sebagai RSUD Dr. Soetomo, serta RS Darmo yang turut berperan pada masa tersebut.

Nanang menyebut, seluruh rumah sakit tersebut merupakan bangunan peninggalan era kolonial. 

Dari empat rumah sakit utama itu, hanya Rumah Sakit Simpang yang kini telah hilang, sementara lainnya masih berdiri dan berfungsi hingga sekarang.

Baca Juga: Arus Peti Kemas di Terminal Petikemas Surabaya Tetap Tumbuh Signifikan

“Semua rumah sakit itu adalah rumah sakit dengan bangunan yang sudah ada di era kolonial. Dari empat rumah sakit itu, satu yang sudah hilang, yaitu Rumah Sakit Simpang,” katanya.

Saat pertempuran memuncak pada 10 November 1945, jumlah korban yang sangat besar membuat rumah sakit kewalahan. Banyak korban akhirnya harus dievakuasi hingga ke luar kota, seperti ke Mojokerto.

Pertempuran Surabaya sendiri menjadi perang besar pertama antara pasukan Indonesia melawan Sekutu setelah Proklamasi Kemerdekaan. 

Baca Juga: Pemerintah Diminta Perkuat Program Kompor Listrik Bersubsidi

Peristiwa ini kemudian dikenang sebagai salah satu pertempuran terbesar dalam sejarah Revolusi Nasional Indonesia.

Presiden Soekarno bahkan menjadikan peristiwa ini sebagai dasar penetapan Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November. 

Nama Sepuluh November pun diabadikan dalam berbagai simbol kota, seperti museum, taman makam pahlawan, hingga nama perguruan tinggi sebagai upaya menjaga ingatan kolektif bangsa.

Baca Juga: Aromaterapi dengan Sentuhan Budaya Lokal untuk Gaya Hidup Modern Incar Gen Z

“Ini adalah upaya strategis dalam merawat ingatan kolektif bangsa atas pertempuran heroik Surabaya tahun 1945, sekaligus melestarikan nilai perjuangan dalam menjaga kedaulatan NKRI,” pungkasnya. (mus/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Surabayapedia #penjajah #korban #pertempuran 10 November 1945 #surabaya #Delta Plaza Surabaya #bung tomo #perbelanjaan #rumah sakit #Pusat #Simpang