Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ramadan Penuh Berkah, Ini Adab dan Doa Mustajab yang Dianjurkan

Muhammad Firman Syah • Kamis, 26 Februari 2026 | 10:22 WIB

 Khusyuk : Seorang umat Islam menengadahkan tangan saat memanjatkan doa di bulan Ramadan, memohon ampunan dan keberkahan di waktu yang diyakini mustajab.
Khusyuk : Seorang umat Islam menengadahkan tangan saat memanjatkan doa di bulan Ramadan, memohon ampunan dan keberkahan di waktu yang diyakini mustajab.

RADAR SURABAYA — Ramadan bukan sekadar bulan puasa dan ibadah fisik. Bulan suci ini juga menjadi momentum istimewa untuk memperbanyak doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam kitab Al-Ad’iya fil Qur’an was-Sunnah, Imam Masjid Al Quba, Syaikh Mutawakkil Billah, menjelaskan bahwa doa di bulan Ramadan memiliki peluang besar untuk dikabulkan. Namun, hal tersebut harus disertai adab yang benar.

Adab pertama adalah menanamkan keyakinan penuh bahwa Allah akan mengabulkan doa hamba-Nya. Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa Allah mengikuti prasangka hamba-Nya dan senantiasa bersama ketika ia berdoa. Karena itu, sikap optimistis dan husnuzan menjadi kunci utama.

Doa juga dianjurkan dipanjatkan dengan rendah hati, suara lembut, serta menghadirkan rasa takut sekaligus harap. Tidak tergesa-gesa dan tidak pula disertai kesombongan. Seorang hamba hendaknya menyadari sepenuhnya bahwa dirinya bergantung kepada Sang Pencipta.

Selain itu, doa sebaiknya diawali dengan hamdalah dan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi disebutkan bahwa doa akan terhalang sampai dibacakan shalawat atas Nabi.

Baca Juga: Perbanyak Dzikir dan Doa, Raih Ketenangan Jiwa di Bulan Ramadhan

Umat Islam juga dianjurkan memanfaatkan waktu-waktu mustajab. Di antaranya saat berpuasa hingga menjelang berbuka, karena doa orang yang berpuasa termasuk yang tidak tertolak. Waktu lain yang istimewa adalah sepertiga malam terakhir sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, ketika Allah “turun” ke langit dunia dan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Setelah salat fardhu juga menjadi waktu yang sangat didengar Allah. Begitu pula saat sujud, yang disebut sebagai posisi paling dekat antara hamba dan Tuhannya. Bahkan dalam kondisi lapang dan sehat, doa tetap dianjurkan agar kelak dimudahkan ketika menghadapi kesulitan.

Memasuki rangkaian ibadah malam Ramadan, terdapat sejumlah doa yang lazim diamalkan umat Islam:

Doa Setelah Salat Tarawih
“Allahumma inna nas aluka ridhooka wal jannata, wa na’uudzubika min sakhothika wannaar. Allahumma innaka ‘afuwwun kariim, yuhibbul ‘afwa fa’fu’annaa wa waalidayna wa ‘anjamii’il muslimiina wal muslimaati birohmatika yaa arhamarroohimiin.”

Doa tersebut berisi permohonan keridaan dan surga Allah serta perlindungan dari murka dan api neraka, sekaligus memohon ampunan bagi diri sendiri, kedua orang tua, dan seluruh kaum muslimin dan muslimat.

Baca Juga: Doa Seribu Lilin di Labuan Bajo, Tangis Keluarga Pelatih Valencia Pecah

Doa Setelah Salat Witir
“Subhaanal malikil qudduus.” (dibaca tiga kali)

Dilanjutkan dengan:
“Allahumma inni a’uudzu bi ridhooka min sukhthika, wa a’uudzu bi mu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa an ‘alayka anta kamaa atsnayta ‘alaa nafsika.”

Doa ini berisi permohonan perlindungan dari murka dan siksa Allah serta pengakuan bahwa manusia tidak mampu memuji-Nya secara sempurna.

Baca Juga: Gelar Doa Lintas Agama, Mahasiswa AMN Surabaya Doakan Indonesia Terhindar dari Bencana

Doa Malam Lailatul Qadar
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annii.”

Artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai kemaafan, maka maafkanlah aku.”

Malam Lailatul Qadar diyakini hadir pada malam-malam ganjil setelah tanggal 20 Ramadan. Banyak ulama menyebut malam ke-27 sebagai waktu yang paling masyhur.

Doa Berbuka Puasa
“Allahumma laka shumtu, wa ‘ala rizqika afthortu, dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allahu.”

Doa ini mengungkapkan rasa syukur setelah berbuka serta harapan agar pahala puasa ditetapkan oleh Allah SWT. Selain itu, terdapat anjuran membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing tujuh kali setelah salat Jumat sebagai bentuk perlindungan hingga Jumat berikutnya.

Pada akhirnya, Ramadan menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak doa dan zikir. Dalam sejumlah riwayat disebutkan bahwa amalan sunnah di bulan ini dapat bernilai seperti amalan wajib di bulan lainnya.

Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum memperbaiki diri, memperkuat spiritualitas, dan memperdalam kedekatan dengan Allah SWT. (ida/fir)

Editor : M Firman Syah
#lailatul qadar #Doa Mustajab #doa tarawih #amalan bulan ramadan #ramadan