Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perbanyak Dzikir dan Doa, Raih Ketenangan Jiwa di Bulan Ramadhan

Muhammad Firman Syah • Selasa, 24 Februari 2026 | 09:26 WIB

Khusyuk : Umat Muslim memperbanyak dzikir dan doa saat bulan Ramadhan untuk meraih ketenangan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Khusyuk : Umat Muslim memperbanyak dzikir dan doa saat bulan Ramadhan untuk meraih ketenangan jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

RADAR SURABAYA – Bulan Ramadhan selalu menjadi ruang istimewa bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tidak sekadar menjalankan ibadah puasa, Ramadhan juga menjadi momentum memperbanyak doa dan dzikir sebagai amalan utama yang dianjurkan.

Suasana batin yang tenang, hati yang lebih lembut, serta ibadah yang terasa lebih bermakna menjadi buah dari dzikir dan doa yang dilakukan dengan penuh penghayatan. Saat lisan basah menyebut asma Allah, jiwa pun perlahan menemukan ketenteramannya.

Dalam buku Wawasan Al-Qur’an tentang Dzikir dan Doa karya M. Quraish Shihab, dijelaskan bahwa dzikir memiliki peran penting dalam menghidupkan batin dan memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Tuhannya. Terlebih di bulan Ramadhan, ketika pahala dilipatgandakan dan pintu ampunan dibuka seluas-luasnya.

Al-Qur’an pun menegaskan pentingnya berdzikir. Dalam Al-Qur'an surah Surah Al-Ahzab ayat 41 disebutkan:

Yâ ayyuhalladzîna âmanudzkurullâha dzikrang katsîrâ.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah dengan zikir sebanyak-banyaknya.”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa dzikir bukan sekadar rutinitas lisan, melainkan kebutuhan ruhani yang harus terus dipupuk, terlebih di bulan suci.

Ramadhan juga menghadirkan waktu-waktu mustajab untuk bermunajat. Sepertiga malam, saat berbuka puasa, hingga menjelang sahur diyakini sebagai momen terbaik untuk memanjatkan doa dan memperbanyak dzikir. Di waktu-waktu inilah hati lebih mudah tersentuh dan harapan lebih dekat untuk dikabulkan.

Namun, agar dzikir tidak hanya menjadi rangkaian kata, kekhusyukan hati menjadi kunci utama. Menghadirkan kesadaran penuh saat menyebut nama Allah akan membuat dzikir terasa lebih dalam dan bermakna.

Ada beberapa cara sederhana untuk menghadirkan kekhusyukan saat berdzikir. Pertama, memilih tempat yang tenang dan minim gangguan agar konsentrasi terjaga. Kedua, mengawali dengan niat yang tulus semata-mata karena Allah. Ketiga, merenungi makna setiap bacaan dzikir yang dilafalkan.

Dengan dzikir dan doa yang dilakukan secara konsisten dan penuh penghayatan, Ramadhan tak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan pembenahan diri. Sebab pada akhirnya, yang dicari bukan sekadar pahala berlipat, melainkan hati yang lebih dekat dan lebih taat kepada-Nya. (ida/fir)

Editor : M Firman Syah
#ibadah #Al Qur an #ramadan #doa #dzikir