Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kejayaan Daulah Ayyubiyah, Dari Tikrit hingga Pembebasan Yerusalem

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 21 Februari 2026 | 04:22 WIB

Benteng Salahudin Al Ayyubi yang masih kokoh berdiri hingga sekarang.
Benteng Salahudin Al Ayyubi yang masih kokoh berdiri hingga sekarang.

RADAR SURABAYA — Daulah Ayyubiyah merupakan salah satu dinasti penting dalam sejarah Islam yang berkuasa di Timur Tengah pada abad ke-12 hingga ke-13. Meski tidak setenar Daulah Umayyah, Daulah Abbasiyah atau Daulah Utsmaniyah, dinasti Daulah Ayyubiyah dikenal luas melalui sosok sultan legendarisnya, Shalahuddin al-Ayyubi, yang berhasil menyatukan wilayah Mesir, Suriah, hingga Palestina.

Nama Ayyubiyah berasal dari Najmuddin Ayyub, ayah Shalahuddin yang berasal dari kota Dvin di Armenia Utara. Keluarganya kemudian pindah ke Tikrit dan mendapat dukungan dari penguasa militer Dinasti Saljuk, Mujahid al-Din Bihruz.

Karier keluarga Ayyub berkembang pesat setelah bergabung dengan penguasa Zankiyah, Nuruddin az-Zanki, hingga Shalahuddin diangkat sebagai penguasa Mesir pada 1175 M dengan pengakuan dari Kekhalifahan Abbasiyah.

Puncak kejayaan Ayyubiyah terjadi pada 1187 M ketika Shalahuddin memenangkan Perang Hattin melawan Tentara Salib. Kemenangan ini membuka jalan bagi pembebasan Yerusalem pada 2 Oktober 1187. Setelah kota suci itu kembali dikuasai kaum Muslim, lantunan adzan kembali berkumandang dari Masjid al-Aqsha.

Keberhasilan itu memicu Perang Salib III yang dipimpin raja-raja Eropa seperti Richard I dan Philip II Augustus. Meski pertempuran berlangsung sengit, Shalahuddin tetap mempertahankan sebagian besar wilayah penting dan dikenal karena sikap ksatria serta toleransinya terhadap tawanan perang.

Setelah wafatnya Shalahuddin, kekuasaan Ayyubiyah terbagi di antara ahli warisnya seperti al-Malik al-Afdhal dan al-Zahir Ghazi. Konflik internal melemahkan dinasti hingga akhirnya direbut oleh al-Adil I dan kemudian runtuh akibat serangan Mongol pada abad ke-13.

Meski tidak bertahan lama, warisan Daulah Ayyubiyah tetap dikenang sebagai simbol persatuan dan kepemimpinan Islam yang adil. Nama Shalahuddin al-Ayyubi hingga kini menjadi teladan keberanian, strategi, dan kemanusiaan dalam sejarah dunia. (rif/fir)

 

Editor : M Firman Syah
#puasa #cerita islam #ramadan