RADAR SURABAYA - Perjalanan pers di Surabaya selepas kemerdekaan menyimpan banyak kisah unik. Salah satunya lahir dari gedung tua di Kaliasin 52 (kini Jalan Basuki Rahmat).
Di situlah koran berbahasa Inggris pertama di Kota Pahlawan, Indonesian Daily News (IDN), mulai diterbitkan.
Kelahiran IDN tidak bisa dilepaskan dari nasib koran berbahasa Belanda, De Vrije Pers.
Kebijakan Presiden Soekarno yang melarang penggunaan bahasa Belanda di Indonesia memaksa pemiliknya, Suseno Tedjo alias The Chung Sen, memutar haluan.
Pada 1957, ia mengganti De Vrije Pers menjadi surat kabar berbahasa Inggris bernama Indonesian Daily News.
Keputusan tersebut bukan perkara mudah. Pada masa itu, kemampuan berbahasa Inggris di Surabaya masih sangat terbatas.
“Bahasa Belanda jauh lebih populer termasuk di kalangan pengusaha dan elite pribumi. Akibatnya oplah IDN, sebutan populer Indonesian Daily News, tidak bisa banyak seperti koran berbahasa Belanda,” ujar pengamat pers Kemala Atmojo.
Meski menghadapi keterbatasan pasar, The Chung Sen dikenal sebagai sosok idealis. Ia tetap mempertahankan Indonesian Daily News sebagai jendela informasi berbahasa internasional di Surabaya.
Koran ini diterbitkan oleh PT Tower Press Company Ltd. The Chung Sen menjabat Chairman of the Board of Directors, sementara pemimpin redaksinya HOS Nirjahja.
Sejak terbit pada 1957, IDN menyajikan beragam berita yang dianggap penting pada zamannya, mulai dari politik, ekonomi, hingga hiburan.
Bagi kalangan diplomat, ekspatriat, serta segelintir warga lokal yang fasih berbahasa Inggris, koran ini menjadi rujukan utama untuk mengikuti perkembangan Indonesia dari sudut pandang internasional.
Koran IDN bertahan hingga pertengahan 1970-an. Namun, seiring bertambahnya usia Om The, sapaan The Chung Sen dan tidak adanya penerus dari keluarga yang berminat melanjutkan bisnis media, koran ini akhirnya berhenti terbit. (rek/opi)
Editor : Nofilawati Anisa