Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Radio Bekupon Surabaya Berperan Penting dalam Kemerdekaan

Andy Satria • Senin, 2 Februari 2026 | 16:06 WIB

 

BERDIRI: Radio Bekupon hingga kini masih bisa kita lihat di Jalan Kombespol M. Duryat Surabaya.
BERDIRI: Radio Bekupon hingga kini masih bisa kita lihat di Jalan Kombespol M. Duryat Surabaya.

RADAR SURABAYA - Di ujung Jalan Kombespol M. Duryat, Surabaya, hingga kini masih berdiri sebuah perangkat bersejarah, yang berperan dalam penyampaian berita Proklamasi serta menyebarkan semangat perjuangan.

Perangkat tersebut adalah Radio Bekupon, yang memiliki bentuk unik.

Menurut pegiat sejarah Kota Surabaya, Nur Setiawan, bentuk unik radio yang menyerupai rumah burung merpati tersebut membuat masyarakat Kota Pahlawan menyebutnya sebagai Radio Bekupon.

"Bagi masyarakat Surabaya, bekupon yang merupakan rumah burung merpati sangat familiar di kehidupan sehari-hari. Karena para laki-laki Surabaya pada saat itu, memiliki burung merpati sebagai hewan peliharaan," ujar Nur Setiawan.

Pria yang akrab disapa Wawan tersebut menjelaskan bahwa perangkat radio tersebut merupakan milik Nirom.

Yang berfungsi sebagai alat penyebar berita atau imbauan-imbauan agar masyarakat tunduk terhadap pemerintah Hindia Belanda.

Nirom atau Nederlansch Indische Radio Omroeap Mij, lanjut Wawan merupakan salah satu stasiun pertama di Indonesia.

"Stasiun radio pertama di Indonesia didirikan di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1925, bernama Bataviasche Radio Vereniging yang berstatus kerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda. Selain di Jakarta, juga terdapat di kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Bandung, Medan, Surakarta, Madiun dan lainnya. Salah satu stasiun radio yang paling besar saat itu adalah Nirom," jelas Wawan.

Nirom merupakan sarana hiburan sekaligus media propaganda pemerintah Hindia Belanda dalam menghadapi perjuangan penduduk pribumi sejak tahun 1908.

Lebih-lebih setelah Sumpah Pemuda tahun 1928. Operasional Nirom dibantu langsung oleh pemerintah Belanda.

"Di Surabaya, gedung pemancar radio NiromI terletak di Jalan Embong Malang. Nirom juga membangun instalasi berupa pesawat radio permanen, yang terbuat dari semen cor setinggi dua meter, dengan rongga di bagian atasnya untuk menempatkan peralatan elektrik. Dan diletakkan pada tempat-tempat yang sangat strategis, seperti taman kota, persimpangan jalan dan alun-alun agar seluruh masyarakat bisa mendengar siarannya," jelas Wawan.

Setelah masa pendudukan Jepang, stasiun radio yang tadinya berstatus swasta maupun milik pemerintah dimatikan.

Saat itu stasiun milik Nirom difungsikan sebagai alat komunikasi antar wilayah jajahan yang ada di Indonesia.

Berita proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1946 di Jakarta, berhasil diselundupkan ke Surabaya.

Kemudian pada 18 Agustus 1945 staf Radio Surabaya Hosho Kyoku berhasil menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dalam bahasa Madura pada pukul 19.00 yang rilisnya dapat didengarkan melalui Radio Bekupon.

"Pemilihan bahasa Madura adalah siasat untuk mengelabui tentara Jepang yang setiap saat mensensor pemberitaan. Sebab ketika itu tentara Jepang yang menjaga Radio Hosho Kyoku hanya menguasai Bahasa Indonesia," jelas Wawan.

Nama besar seperti Bung Tomo, Gubernur Suryo hingga Dr. Mustopo pernah mengobarkan gelora semangatnya melalui Radio Bekupon dalam melawan penjajahan.

"Namun sayang Radio Bekupon yang mempunyai jasa besar dalam menyampaikan rilis semangat juang itu nasibnya mengenaskan. Bisa dikatakan Radio Bekupon yang merupakan perangkat bersejarah satu-satunya yang masih tersisa di Jawa Timur," pungkas Wawan. (sam/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Surabayapedia #semangat perjuangan #nirom #kemerdekaan #Proklamasi #Radio Bekupon